RPSA Bumi Gora Tangani 85 Kasus Anak

Lombok Barat, jurnalsumatra.com – Rumah Perlindungan Sosial Anak (RPSA) Bumi Gora milik Kementerian Sosial di Lombok Barat Nusa Tenggara Barat (NTB) menangani 85 kasus  anak selama 2018.
“Dari Januari hingga Oktober 2018 ada 85 kasus yang kita tangani. Jumlahnya menurun jika dibandingkan dua tahun sebelumnya,” kata Ketua RPSA Bumi Gora Agnes Rosalia di Lombok Barat, Kamis.
Dia mengatakan jumlah kasus anak setiap tahun jumlahnya bervariasi, tertinggi pada 2016 hampir mendekati 200 anak sedangkan pada 2017 tercatat 150 kasus.
Lebih lanjut dikatakan Agnes, sebagian besar kasus anak tersebut merupakan kasus kekerasan seksual.
“NTB ini urutan ke lima nasional tertinggi kasus kekerasan seksual,” tambah dia.

Bahkan RPSA Bumi Gora juga saat ini menampung bayi-bayi yang menjadi korban baik yang diterlantarkan atau hasil dari kekerasan seksual.
Saat ini ada delapan bayi,  tiga balita dan 16 anak yang menjadi penerima manfaat program, dimana empat diantaranya sedang hamil yang ditampung di RPSA Bumi Gora.
Pada kesempatan itu,  Penasehat Dharma Wanita Persatuan Kementerian Sosial Loemoengga Agus Gumiwang beserta pengurus Dharma Wanita Persatuan Kemensos meninjau RPSA Bumi Gora.
Loemoengga sempat menggendong seorang bayi perempuan berusia tiga hari yang ditemukan di tempat sampah di Mataram.
Ia juga menyapa anak-anak korban yang mukanya ditutupi  topeng, sembari memberikan semangat kepada dua orang diantaranya yang sedang hamil agar tetap menjaga kesehatan dan proses persalinannya lancar.(anjas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

thirteen − 4 =