RSU Sakina Idaman Sleman Tingkatkan Derajat Kesehatan Masyarakat

SLEMAN, Yogyakarta, jurnalsumatra.com – Saat ini, RSU Sakina Idaman berperan serta meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dengan memberikan pelayanan yang lebih baik dan luas di luar pelayanan ibu dan anak.

Sebagai fasilitas kesehatan tingkat lanjut diharapkan terus meningkatkan kualitas layanan kesehatan, baik promotif, kuratif maupun preventif agar masyarakat dapat merasakan manfaat dan kehadiran rumah sakit ini.

Hal itu disampaikan Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo, MSi, pada tasyakuran HUT ke-23 RSU Sakina Idaman Sleman, Jum’at malam (27/4/2018).

Pada kesempatan itu, Sri Purnomo mengucapkan selamat atas keberhasilannya dan berharap kepada pengelola untuk meningkatkan komunikasi yang efektif dengan pasien dan menghormati hak pasien. “Hal itu untuk mengurangi kerugian bagi pasien yang diakibatkan oleh kesalahan penanganan petugas medis maupun petugas keperawatan,” kata Sri Purnomo, di depan Wabup Sleman Dra Hj Sri Muslimatun, MKes dan Drs H Damanhuri, MBA, MM selaku pemilik RSU Sakina Idaman.

Bupati Sleman berharap, RSU Sakina Idaman untuk meningkatkan kualitas SDM, memperbaiki dan meningkatkan fasilitas rumah sakit sesuai dengan standar pelayanan, persyaratan mutu, keamanan dan keselamatan.

Dalam HUT RSU Sakina Idaman ke-23, menurut Danang Sukolaksono SKom, ketua panitia, digelar wayang kulit dengan dalang Ki Suwondo dan Ki Bayu Gito Gati, dalam rangka memperkenalkan kepada masyarakat bahwa RSKIA Sakina Idaman yang berada di Jl Nyi Tjondrolukito nomor 69 Sinduadi, Melati, Sleman, sudah jadi rumah sakit umum dan sebagai sarana penunjang kesehatan yang lebih baik.

RSU Sakina Idaman adalah rumah sakit yang terus tumbuh dan berkembang. Hal ini terlihat dari jumlah kunjungan pasien — baik rawat jalan atau rawat inap — yang mengalami peningkatan. Tahun 2016-2017 terjadi peningkatan jumlah rujukan 50 persen. “Ke depan, akan lebih banyak lagi pelayanan yang tersedia agar tingkat kepercayaan masyarakat semakin meningkat,” jelas Drs H Damanhuri, MBA, MM dari Yayasan Sakina Idaman.

Menurut Direktur RSU Sakina Idaman, dr H Nur Muhammad Artha, MKes, MSc, SpA, dalam HUT ke-23 RSU Sakina Idaman ditandai dua peristiwa penting, yaitu perubahan izin rumah sakit dari RSKIA (Rumah Sakit khusus Khusus Ibu dan Anak) menjadi Rumah Sakit Umum (RSU) Tipe C dan selesainya pembangunan gedung medik sentral rumah sakit.

Gedung medik sentral terdiri dari ruang operasi, ruang ICU, ruang NICU dan ruang sterilisasi sentral, dibangun selama 9 bulan dengan biaya Rp 10,9 milyar.

“Ini merupakan bentuk nyata dari komitmen dan tanggung jawab Yayasan Sakina Idaman dan seluruh civitas hospitalia untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat Sleman dan DIY,” kata Nur Muhammad Artha.

Ke depan, RSU Sakina Idaman dapat mewujudkan pelayanan medik prima sehingga terwujud pelayanan medik yang bermutu. Hal itu sejalan dengan makin tingginya harapan dan tuntutan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang berkualitas.

Untuk itu, dr H Nur Muhammad Artha, mengajak seluruh jajaran RSU Sakina Idaman untuk mengutamakan keselamatan dan keamanan pasien. “Dengan sedini mungkin mengenal tanda-tanda keberhasilan atau kegagalan dalam pengobatan,” kata Nur Muhammad Artha.

Menurut Nur Muhammad Artha, sedini mungkin menghindari salah tindakan yang menyimpang dari standar prosedur operasional yang berlaku dan yang menyimpang dari etika profesi. (Affan)

Leave a Reply