RSUD Ansari Saleh Siap Rawat Pasien Terpapar Virus Covid-19

Banjarmasin, jurnalsumatra.com – Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah dr H M Ansari Saleh Banjarmasin, Kalimantan Selatan menyatakan siap merawat pasien terpapar virus COVID-19 dengan menyiapkan dua ruangan isolasi apabila ada pasien yang masuk.

  Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr H M Ansari Saleh, dr Izzak Zulkarnaen, didampingi Kepala Bidang Perawatan, Jumuah, di Banjarmasin, Selasa mengatakan, hingga saat ini rumah sakit belum pernah merawat pasien terpapar virus COVID-19 itu.

  “Namun demikian, pihak rumah sakit tetap menyiapkan tempar perawatan, petugas medis dan paramedis, serta sarana yang dibutuhkan,” katanya.

  Dia menjelaskan, RSUD Ansari Saleh menyiapkan dua ruang isolasi yang memiliki tiga tempat tidur.

  Ia mengatakan rumah sakit juga telah memiliki 10 set baju pelindung khusus untuk menangani pasien yang terjangkit virus COVID-19 dan juga  alat pelindung diri (APD).

  “Semula kami kesulitan mendapatkan APD, karena permintaan banyak, sehingga sempat kesulitan mencari distributor khusus APD,” kata Jumuah  didampingi Bagian Humas RSUD dr H M Ansari Saleh, Muthi’ah.

  Selain ruang isolasi, APD dan sarana yang lainnya, pihak rumah sakit juga telah menyiapkan petugas apabila sewaktu-waktu ada pasien yang diduga terpapar virus itu.

  Ia menegaskan secara umum RSUD Ansari Saleh sangat siap, terlebih pada 30 Januari pihak rumah sakit telah melakukan sosialisasi seputar virus COVID-19, bahaya dan cara penanganannya, dengan narasumber dokter spesialis paru, dr Paul SpP.

  Meski RSUD Ansari Saleh bukan rumah sakit yang ditunjuk Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan sebagai rumah sakit rujukan untuk merawat pasien diduga terpapar virus COVID-19, namun tetap menyiapkan diri apabila ada pasien datang.

  RS rujukan yang ditunjukn Dinkes Kalsel terkait COVID-19 adalah Rumah Sakit Ulin, Banjarmasin dan RSUD Hadji Boejasin Pelaihari.

  Sementara itu, total kematian akibat wabah virus COVID-19 di daratan China meningkat menjadi 1.868 hingga Senin (17/2) atau naik 98 dari hari sebelumnya, menurut Komisi Kesehatan Nasional pada Selasa.

  Provinsi Hubei di China bagian tengah, episentrum virus COVID-19, melaporkan ada 93 kematian baru, sementara di Ibu Kota Provinsi Wuhan terdapat 72 lagi korban meninggal.

  Kasus baru terkonfirmasi COVID-19, nama resmi virus corona, di Wuhan mencapai 1.600 kasus, turun dari 1.690 pada Minggu.

  Di seluruh daratan China tercatat 1.886 infeksi baru terkonfirmasi pada Senin, menambah total hingga saat ini menjadi 72.436 kasus.

  Mayoritas kematian baru pada Senin terjadi di Ibu Kota Provinsi Hubei, Wuhan, yang diyakini sebagai lokasi awal munculnya virus itu.(anjas)