RSUD Wates Ditargetkan Beroperasi 2019

   Kulon Progo, jurnalsumatra.com – Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, menargetkan pengembangan pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah Wates bertaraf internasional beroperasi bersamaan beroperasinya Bandara New Yogyakarta International Airport pada 2019.
Bupati Kulon Progo Hasto Wardoyo di Kulon Progo, Rabu, mengatakan dalam rangka mewujudkan RSUD Wates sebagai rumah sakit dengan layanan berstandar internasional, rencana pengembangan pembangunan RSUD Wates meliputi gedung medic center, gedung instalasi rawat inap empat lantai, asrama, dan apartemen dengan kebutuhan anggaran sesuai rencana detail teknis (DED) adalah sebesar Rp270 miliar.
“Sesuai amanan RJPMD 2017-2022 bahwa derajat kesehatan masyarakat merupakan salah satu indikator kerja kinerja utama daerah. Upaya mewujudkan sarana tersebut pemkab menyiapkan program pelayanan kesehatan dan meningkatkan sarana prasarana RSUD Wates. Kami mentargetkan pengembangan RSUD Wates beroperasi 2019,” kata Hasto.
Ia mengatakan anggaran pengembangan pembangunan RSUD Wates sebesar Rp270 miliar telah disepakat antara pemkab dan Pemda DIY dengan komposisi 30 persen dari anggaran Pemkab Kulon Progo dan 70  persen dari anggaran Pemda DIY selama tiga tahun anggaran.
Adapun pengalokasian anggaran sebagai berikut, 2018 sebesar Rp105 miliar, 2019 sebesar Rp105 miliar, dan 2020 sebesar Rp60 miliar.

    “Pemkab Kulon Progo dan Pemda DIY telah sepakat bahwa proses lelang dan pembangunan dilaksanakan oleh Pemkab Kulon Progo dalam hal ini RSUD Wates dengan kegiatan tahun jamak, sedangkan anggaran Pemda DIY diwujudkan dalam bentuk bantuan keuangan khusus setiap tahun sesuai jadwal dan persentase yang telah disepakati,” kata Hasto.
Politisi PDI Perjuangan ini mengatakan pembangunan RSUD Wates yang dilakukan secara tahun jamak, merupakan hal yang pertama kali dilaksanakan di Kulon Progo. Hal ini momentum sangat penting, karena menjadi momentum yang sangat penting, karena kita ketahui bersama kebutuhan infrastruktur dalam arti luas seperti jalan, irigasi, jembatan, dan lainnya masih sangat dibutuhkan. Di sisi lain kemampuan anggaran sangat terbatas.
“Prinsip kehati-hatian mulai dari proses perencanaan, penganggaran, dan pelaksanaan sangat penting kami perhatikan. Namun keberanian memutuskan dengan mempedomani peraturan perundang-undangan untuk memulai kegiatan tahun jamak menjadi pengalaman untuk pelaksanaan kegiatan tahun jamak di masa yang akan datang,”  katanya.
Ketua DPRD Kulon Progp Akhid Nuryati mengatakan dari hasil konsultasi ke DPRD DIY pada 14 September 2017, diperoleh informasi bahwa DPRD DIY telah menyatakan sangat mendukung adanya program pembangunan RSUD Wates dengan skema tahun jamak.
“Informasi tersebut menjadi acuan kami dalam pengesahan penganggaran tahun jamak RSUD Wates,” kata Akhid.(anjas)

Leave a Reply