Rusunawa Lebak Untuk Warga Berpenghasilan Rendah

     Lebak, jurnalsumatra.com – Rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) yang kini dibangun Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KPUPR) di Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak untuk masyarakat berpenghasilan rendah korban gusuran dan relokasi bantaran sungai.
“Kita prioritaskan warga yang tinggal di Rusunawa dari kalangan masyarakat berpenghasilan rendah,” kata Kepala DPKPP Kabupaten Lebak, Wawan Hermawan di Lebak, Jumat.
Penyedian Rusunawa untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah yang belum memiliki tempat tinggal.
Namun, persyaratan tinggal di Rusunawa harus warga Kabupaten Lebak dan penghasilan di bawah Rp3 juta per bulan.
Pembangunan Rusunawa itu menyediakan sebanyak 74 unit atau sama dengan tipe 36 Rumah Sangat Sederhana (RSS)
“Saya kira Rusunawa itu bagian program pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan,” ujarnya.
Menurut dia, pembangunan Rusunawa yang dibangun Kementerian PUPR sebanyak empat tingkat, nantinya akan diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Lebak.
Diperkirakan pembangunan itu rampung awal tahun 2019, katanya.

     Adapuan, tarif sewa rumah itu diberlakukan sebesar Rp300 ribu per bulan dan mereka membayar kepada petugas pengelola Rusunawa.
Pengelolaan rumah susun itu dikelola oleh Unit Pelaksana Tenis (UPT) pemerintah daerah setempat.
“Kami berharap Kementerian PUPR tahun depan bisa kembali membangun Rusunawa untuk membantu warga berpenghasilan rendah,” lanjutnya.
Sejumlah masyarakat yang tinggal di bantaran sungai di Kota Rangasbitung Kabupaten Lebak mengaku mereka menyambut positif adanya pembangunan Rusunawa yang dikhususkan masyarakat berpenghasilan rendah.
Saat ini, warga yang tinggal di bantaran sungai tidak nyaman, terlebih dilanda banjir.
“Kami akan menyewa Rusunawa dengan tarifnya terjangkau ekonomi,” kata Udin (45) seorang buruh warga Rangkasbitung Kabupaten Lebak.(anjas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

twelve − 7 =