Sambang Desa Bupati OI Diduga Bernuansa Politis

INDRALAYA, jurnalsumatra.com- Kegiatan Sambang Desa yang dilakukan beberapa minggu ini oleh Bupati Ogan Ilir HM. Ilyas Panji Alam beserta rombongan ke desa – desa dalam kecamatan di Bumi Caram Seguguk, dinilai banyak pihak hanya bersifat seremonial belaka dan cenderung tak efisien.

Seperti yang terlihat dalam kegiatan Sambang Desa di Desa Seritanjung Kecamatan Tanjung Batu, Senin (12/2/2018) kemarin misalnya.

Kegiatan yang bertujuan menjemput aspirasi atau dengan kata lain untuk melihat serta mendengar langsung keluhan masyarakat tersebut, juga diduga sudah diseting sedemikian rupa agar tak banyak warga yang akan bertanya pada orang nomor satu di Kabupaten OI tersebut.

Pertanyaan warga sendiri seakan sudah digiring agar tak jauh-jauh dari persoalan jalan rusak, tunjangan perangkat desa yang belum dibayarkan, dan infrastruktur pendukung lainnya. Contohnya terkait program dana desa seakan tidak ada celah untuk dipertanyakan.

Hal tersebut ternyata diungkapkan salah satu kepala desa yang berharap kepada media ini untuk tidak menuliskan namanya.

Dirinya secara pribadi merasa kegiatan Sambang Desa dinilai tak efektif. Selain tak banyak penanya yang bisa menyampaikan uneg-unegnya, kegiatan ini hanya cenderung menghamburkan uang negara.

“Pak bupati boleh saja berkegiatan seperti ini, cuma hendaknya jangan membebani kami selaku kepala desa untuk patungan dana demi suksesnya acara tersebut. Memang diakui, dana patungan tersebut berasal dari anggaran APBD, harusnya pihak pemda membantu dan melayani dengan mengadakan fasilitas, bukan malah kami yang harus menyiapkan sedemikian rupa sehingga tak sedikit dana terkuras. Padahal kalau dialokasikan ke hal lain, tentu manfaat akan dapat dirasakan masyarakat langsung,” ujarnya, Selasa (13/2/2018).

Selain tak banyak waktu bagi warga untuk bertanya langsung, lanjutnya, masalah-masalah yang dihadapi warga terkait keluhan tersebut sudah lama menjadi buah bibir. Dan juga sudah menjadi isu hangat dalam pemberitaan.

“Kalau soal keluhan warga, kami (pemdes) ada kegiatan musrenbangdes. Disana biasanya banyak usulan dari warga. Nah, hasilnya ini kami sampaikan ke atas. Selain itu, keluhan yang ada bukan barang baru lagi, banyak sudah postingan di media sosial dan media masaa, baik cetak, online, dan TV. Artinya tak mesti mengadakan acara yang kami rasa cukup menguras tenaga seperti ini,” ungkapnya lagi.

Sementara itu, menurut warga lain yang juga masih tak mau dipublikasikan namanya menambahkan, kegiatan ini beraroma politis dan tampak sekali ada kepentingan dari salah satu kandidat Calon Gubernur Sumsel yang akan melaju di pilgub mendatang.

“Kami selaku warga pastinya sangat apresiasi dengan kedatangan pak bupati, namun sayangnya acara tersebut tak bisa menampung seluruh uneg-uneg warga, hanya dibatasi tiga pertanyaan saja. Padahal jujur ada saja warga yang ingin bertanya di luar pertanyaan yang sering dilontarkan pada acara-acara Sambang Desa sebelumnya,” ucap dia.

Seperti kegiatan di Seritanjung, sambungnya, bupati sempat mengatakan kalau dirinya mendukung pasangan salah satu calon gubernur dari partai yang juga benderanya ia kibarkan.

“Dan kalau mau ikut saya ayo ke calongub mendatang, saya dukung dia. Artinya ini ada yang tersirat dibalik yang tersurat. Seyogyanya hal itu tak perlu disampaikan. Apalagi dalam kegiatan yang didanai oleh negara, bisa saja orang menilai pak Ilyas tidak bersikap netral dalam kapasitasnya sebagai bupati,” pungkasnya. (Edi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4 × 5 =