Sanchez Masih Kesulitan Untuk Menjustifikasi Investasi Besar United

    London, jurnalsumatra.com – Penyerang Manchester United Alexis Sanchez kesulitan untuk memberikan dampak saat timnya dikalahkan Chelsea pada final Piala FA, dan pemain Chile ini sekarang menghadapi periode krusial untuk menjustifikasi gaji besarnya di Old Trafford.
Terdapat banyak kegembiraan di United seputar perekrutan Sanchez dari Arsenal pada Januari, pada proses transfer yang melibatkan gelandang Henrikh Mkhitaryan. Para penggemar senang timnya dapat mengungguli rivalnya Manchester City, yang sebelumnya telah terlebih dahulu menawar sang penyerang.
Bagaimanapun, dengan koleksi hanya tiga gol di semua kompetisi sejak pindah ke United, Sanchez, yang oleh media Inggris disebut-sebut mendapatkan gaji terbesar di klub yakni 600.000 pound per pekan, sejauh ini belum mampu menjawab harapan para penggemar.
Sanchez berusaha keras pada final Sabtu, menciptakan lebih banyak peluang dari pemain lain manapun di pertandingan ini, meski gagal untuk menciptakan peluang bersih, atau melepaskan satu pun tembakan ke gawang.
“Penampilan dia, yah… Mereka harus memperbaiki diri. Sejujurnya mereka tidak bisa lebih buruk lagi,” kata mantan gelandang United Paul Scholes kepada BT Sport.
“Menurut saya, beberapa pertandingan pertama musim depan merupakan hal vital bagi dia, ia perlu membuat para penggemar percaya bahwa mereka akan mendekati City. Mereka memerlukan pemain besar.”

    Sanchez tiba di United dengan catatan tujuh gol dan tiga assist dalam 19 pertandingan liga untuk Arsenal musim ini, setelah ia tampil gemilang pada musim 2016/2017.
Namun kariernya di United belum mencapai lepas landas. Sanchez hanya satu kali mencatatkan lebih dari satu tembakan ke gawang pada pertandingan liga untuk United selama 12 kali menjadi pemain inti, setelah ia melakukannya delapan kali untuk Arsenal pada 17 pertandingan liga.
Terdapat secuil gambaran mengenai apa yang sebenarnya dapat ia lakukan — dua assist saat United menang 3-2 di markas City dan satu gol serta satu assist saat melawan Tottenham Hotspur di semifinal Piala FA — namun secara keseluruhan, Sanchez tetap kurang efektif.
Kontribusi gol lain Sanchez terjadi saat melawan Huddersfield Town, Swansea City yang telah terdegradasi, dan tim League One Yeovil Town di Piala FA.
“Musim depan ia akan lebih Alexis dibanding dirinya saat ini,” kata manajer Jose Mourinho bulan lalu.
Sanchez mengandalkan energi tidak kenal lelahnya, secara konsisten menyelesaikan lebih banyak dribel dibanding rekan-rekan setimnya. Bagaimanapun, mengingat ia akan berusia 30 tahun pada tahun ini, hari-harinya sebagai penyerang dinamis mulai terbatas, sehingga tahun depan sangat penting.
United akan perlu melakukan start eksplosif untuk menggoncang kenyamanan tim juara City, dan Sanchez telah memperlihatkan di masa lalu bahwa ia mampu memberikan inspirasi semacam itu. Sekarang, saatnya untuk mewujudkannya di klub yang baru dan membuktikan nilainya.(anjas)

Leave a Reply