Sandiaga Diharapkan Ubah Regulasi Ekspor Bahan Mentah Rotan

Jakarta, jurnalsumatra.com – Calon Wakil Presiden RI Nomor Urut 02, Sandiaga Salahuddin Uno mengunjungi sentra produksi Rotan H. Mulyadi di Cirebon, Kamis untuk menyerap aspirasi para pengusaha rotan.
Sandiaga berjanji akan menampung keluhan ini, dan akan memperbaiki masalah tersebut jika terpilih.
“Insya Allah jika terpilih kami akan membuat regulasi yang berpihak kepada industri kecil yang banyak menyerap tenaga kerja seperti di Cirebon,” kata Sandiaga dalam keterangan tertulisnya diterima di Jakarta, Kamis.
Para pengusaha rotan, salah satunya Pak Mulyadi berharap jika Prabowo dan Sandiaga menjadi Presiden dan Wakil Presiden di 2019 bisa mengubah kebijakan atau regulasi ekspor bahan mentah rotan yang menyulitkan para perajin dalam mendapatkan bahan baku.
“Rotan begitu banyak menyerap tenaga kerja. Namun kebijakan ekspor bahan baku rotan membuat industri rotan terpukul. Banyak orang tidak kebagian pekerjaan,” kata Mulyadi.

  Industri rotan di Cirebon dikerjakan di rumah-rumah. Tapi sekarang banyak yang tidak kebagian,” katanya.
Sementara perajin rotan lainnya bernama Maria mengungkapkan hal yang sama, karena kesulitan mendapatkan bahan baku rotan.
“Ini harus dibereskan pak regulasinya. Termasuk hanya segelintir orang yang menguasai bahan baku rotan. Padahal di tingkat petani bahan baku menumpuk. Ini ada permainan Pak,” kata Maria.
Saat pertemuan di sentra produksi rotan, Sandiaga diberikan tas rotan yang dipadupadankan dengan kulit. Arif yang juga perajin rotan meminta mantan Wagub DKI Jakarta memberikan nama untuk tas jenis postman itu.
“Tas seperti ini nama jenisnya ‘postman bag’. Tas tukang pos yang meletakkan surat-suratnya yang harus dikirim. Karena ini terbuat dari rotan saya beri nama Postan, tas postman dari rotan semoga memperkuat ekspor kita,” kata Sandiaga yang langsung menggunakan tas tersebut.(anjas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

19 − eight =