Satgas Nusantara Polres Singkawang Gelar FGD Pemilu Damai

Pontianak, jurnalsumatra.com – Satgas Nusantara Polres Singkawang Kalbar menggelar Focus Grup Discussion (FGD) dengan mengundang tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda untuk mewujudkan masa tenang yang aman dan pemilu damai di kota itu.

  “FGD ini adalah dalam rangka terciptanya pemilu yang aman, damai dan sejuk tanpa adanya ujaran kebencian (Hate Speech), berita bohong (Hoax) dan tidak terjadi Money Politik di Kota Singkawang. Dalam kegiatan ini kita juga mengundang nara sumber dari KPU, Bawaslu dan Diskominfo,” kata Waka Polres Singkawang, Kompol Joko Sulistiono di Singkawang, Sabtu.

  Tujuannya kata dia, bagaimana pelaksanaan Pemilu 2019 bisa berjalan dengan aman dan lancar. Karena, dengan mengundang beberapa pihak dan para tokoh sehingga diharapkan partisipasi masyarakat Singkawang untuk pro aktif melakukan komunikasi tentang penyelenggaraan pemilu.

  “Seperti tadi, masyarakat ada yang mempertanyakan tentang kesiapan tahapan-tahapan pelaksanaan pemilu. Dan sudah dijawab langsung oleh KPU. Begitu pula dengan hal yang berkaitan dengan pelanggaran-pelanggaran pemilu. Tujuannya adalah agar pemilu dapat berjalan dengan lancar dan sukses,” ujarnya.

  Dalam acara itu juga, Polres Singkawang sudah menyampaikan ke masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi dengan informasi yang belum diketahui kebenarannya.

  “Bila menerima informasi sebaiknya dianalisa dulu, jangan langsung disebar karena belum diketahui jika informasi itu benar atau tidak,” ungkapnya.

  Cukup tahu saja, tapi jangan disebarkan. Karena, dengan perkembangan teknologi bisa terjadi suatu perbedaan. “Jika salah mengartikan atau menafsirkan maka berubahlah maknanya,” jelasnya.

  Pada kesempatan yang sama, Anggota Bawaslu Singkawang, Rubi Ismayanto mengatakan, pada prinsipnya Bawaslu mengajak semua elemen masyarakat untuk mengawal proses Pemilu 2019.

  “Partisipasi dari semua masyarakat sangat kami harapkan, mengingat hari H pemungutan suara hanya tersisa beberapa hari lagi,” katanya.

  Terkait dengan masa tenang khususnya dari tanggal 14-16 April, diharapkan tidak ada lagi masyarakat yang melakukan aktivitas kampanye baik di media sosial maupun di lapangan. Bahkan semua atribut APK yang masih terpasang akan pihaknya tertibkan.

  “Saya harap masyarakat bisa berpikir secara jernih di tiga hari masa tenang,” ujarnya.(anjas)