Satgas Penanggulangan Kebakaran Hutan Sumsel Tetap Siaga

Palembang, jurnalsumatra.com – Satuan tugas gabungan pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan/lahan Sumatera Selatan tetap siaga hingga akhir Oktober 2018 meskipun akhir-akhir ini mulai sering turun hujan.
“Satgas kebakaran hutan dan lahan hingga akhir bulan ini masih tetap siaga sehingga masalah asap yang dapat mengganggu kesehatan serta aktivitas masyarakat bisa dicegah,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel Iriansyah di Palembang, Selasa.
Dia menjelaskan, untuk melakukan pencegahan dan pemadaman kebakaran hutan dan lahan di sejumlah daerah Sumsel dilakukan operasi darat dan udara.
Kegiatan operasi darat terutama di 55 desa dalam wilayah Kabupaten Ogan Ilir, Ogan Komering Ilir dan Banyuasin yang tergolong sangat rawan terjadi kebakaran hutan dan lahan, Satgas gabungan BPBD dibantu personel TNI, Polri, kelompok masyarakat peduli api serta Manggala Agni berupaya melakukan tugas secara maksimal.
Selain melakukan operasi darat, pihaknya juga berupaya melakukan operasi udara dengan menurunkan enam unit helikopter jenis MI 17, MI 8, dan Bolkow.

Helikopter tersebut diturunkan untuk membantu pemadaman dengan melakukan pengeboman air pada titip api yang sulit dijangkau oleh tim operasi darat dan membasahi lahan di sekitar lokasi kebakaran hutan dan lahan sebagai tindakan pencegahan.
Selain membantu pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla), helikopter tersebut dimanfaatkan secara intensif melakukan pemantauan kawasan hutan dan lahan yang rawan terbakar untuk diinformasikan kepadavsatgas yang melakukan operasi darat, katanya.
Menurut dia, selain melakukan berbagai tindakan antisipasi itu, pihaknya juga mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat di provinsi yang memiliki 17 kabupaten dan kota ini agar tidak membuka lahan pertanian dan perkebunan dengan cara membakar.
“Masyarakat diingatkan untuk mematuhi imbauan itu karena jika ketahuan petugas yang melakukan pengawasan di lapangan akan diamankan dan diproses secara hukum dengan sanksi yang cukup berat berupa kurungan penjara dan denda,” ujar Iriansyah.(anjas)

Leave a Reply