Satria Lawan Beat Tewaskan Satu Orang

Lahat, jurnalsumatra.com – Kecelakaan lalulintas (Lakalantas) kembali terjadi. Kali ini dialamioleh dua pengrndara SPM Suzuki Satria Nopol BG 3440 EW dengan Honda Beat Nopol BG 6845 EAB.

Peristiwa tabrakan itu terjadi pada Senin (6/5/2019) sekitar pukul 20.00 WIB di jalur Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) di Kelurahan Pagar Agung atau tepatnya didepan Gudang Pupuk Kecamatan Kota, Kabupaten Lahat.

SPM Honda Beat yang dikendarai Tesya Reska Nesya (16) seorang pelajar warga Desa Suka Makmur Kecamatan Gumay Talang Kabupaten Lahat membonceng Yeyen Ariska Putri (18) pelajar yang merupakan warga Talang Kabu Kelurahan Pagar Agung Kecamatan Kota, Kabupaten Lahat, keduanya mengalami luka berat (Luber)

Sedangkan pengendara SPM Suzuki Satria yang dikendarai Iqbal Perdinan (16) pelajar merupakan warga Perumnas Bengkurat Blok B Kecamatan Kota, Kabupaten Lahat, mengalami kritis karena luka yang dialaminya cukup parah dan masih menjalani perawatan inetsif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Lahat. Namun, sekitar pukul 22.40 WIB nyawa korban tak bisa diselamatkan lagi.

“Jadi ketiga korban kecelakaan ini, masih menjalani pemeriksaam secara itensif dirumah sakit umum. Pengendara SPM Honda Beat mengalami luka berat. Sedangkan, pengendara SPM Suzuki Satria masih dalam keadaan kritis dan tak lama Iqbal Perdinan meninggal dalam perawatan RSUD Lahat,” ungkap Kapolres Lahat AKBP Ferry Harahap SIK.M.Si didampingi Kasat Lantas AKP Rio Artha Luwih.SH.SIK.MSi melalui Kanit Lakalantas IPDA Amrin Prabu didampingi anggota unit Laka BRIPKA David Agus, Senin (6/5/2019).

Untuk kronologis kejadian diceritakan David, awalnya kecelakaan tersebut kendaraan SPM Suzuki Satria yang dikendarai oleh Iqbal Perdinan dari arah jalan Dodik dengan kecepatan tinggi tanpa memakai Helm Pengaman setiba di TKP setelah mendahului SPM yang berjalan didepannya. Lalu, melebar kekanan dan langsung menabrak SPM Honda Beat yang datang dari arah berlawanan.

“Karena terlalu kencang, sehingga tabrakan tidak dapat dihindari lagi. Akibatnya, pengendara dan penumpang SPM Honda Beat mengalami luka luka dan dirawat di RSUD Lahat. Sedangkan, pengendara SPM Suzuki Satria mengalami patah tangan kanan, luka robek dimulut, luka dikening dan tidak sadarkan diri. Kini masih menjalani perawatan itensif di RSUD Lahat,” kata David.

Akibat tabrakan kedua SPM ini, untuk pengendara SPM Honda Beat korban Tesya Reska Nesya mengalami luka Robek dibagian Pelipis Mata sebelah kanan, luka lecet di kaki kiri dan kanan,  luka lecet di tangan kiri dan kanan. Penumpangnya Yeyen Ariska Putri mengalami luka lecet di Pelipis Mata kanan,  mengalami luka lecet di tangan kiri dan kanan. Untuk pengendara SPM Iqbal Ferdinan mengalami luka robek kepala kanan, patah tangan kanan, tidak sadarkan diri. Sekitar pukul 22.40 WIB pengendara Suzuki Satria meninggal dunia dalam perawatan RSUD Lahat.

“Jadi, berdasarkan hasil olah TKP kita menduga pengendara SPM Suzuki Satria menjadi tersangka. Sebab, dilokasi terlihat jelas SPM Suzuki Satria telah maling jalur dan melebar kekanan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, karena tingkat lakalantas cukup tinggi diwilayah hukum Polres Lahat, maka dihimbau agar masyarakat pengendara SPM dapat mentaati aturan lalulintas dan selalu dapat menggunakan Helm saat berkendaraan serta tanamkanlah kebiasaan memakai Helm karena takut akan kerasnya Aspal, bukan takut dengan Polisi.

“Dari peristiwa yang ada semoga dapat jadi pelajaran bagi semua pengendara lainnya. Selain kita telah melakukan olah TKP kendaraan keduanya sudah diamankan dikantor Satlantas Polres Lahat,” pungas David. (Din)