Satu Korban Longsor Di Bandara Soetta Meninggal

    Tangerang, jurnalsumatra.com – Satu dari dua korban tertimbun longsor underpass jalan parimeter Bandara Soekarno – Hatta, Tangerang Banten, yang berhasil dievakuasi petugas gabungan pada Selasa dini hari tadi, diketahui meninggal dunia setelah mendapatkan perawat insentif.
Korban adalah bernama Dyanti Dyah Ayu Chayani Putri (24) yang berada di dalam mobil Honda Brio yang dikemudikannya dan merupakan warga Serang Banten.
Informasi yang diperoleh, korban berhasil diselamatkan oleh petugas sekitar pukul 03.00 WIB dari kejadian pada Senin pukul 17.45 WIB.
Usai berhasil di evakuasi oleh petugas, korban kemudian dibawa ke RSUD Tangerang untuk mendapatkan perawatan.
Selanjutnya, tadi pagi korban dibawa ke RS Mayapada untuk mendapatkan tindakan lebih lanjut. Namun sekitar pukul 06.45 WIB hari ini, korban diketahui meninggal dunia.

VP Corporate Secretary PT GMF AeroAsia, M. Arif Faisal membenarkan hal itu jika dua karyawannya menjadi korban longsor di perimeter selatan kemarin.
“Korban kondisinya melemah setelah 10 jam tertimbun longsor, Jenazah akan disemayamkan di rumah duka di Serang Banten,” ujarnya.
Perlu diketahui, pada hari Senin (5/2) telah terjadi longsor di Perimeter Selatan Bandara Soekarno – Hatta Tangerang Banten pukul 17.45 WIB. Petugas gabungan dari AVSEC, PKPPK dan Kepolisian kemudian mendatangi kejadian. Diketahui, ada satu unit mobil yang tertimpa dalam longsor tersebut.
Proses penyelamatan sendiri dipimpin langsung oleh Ketua Basarnas Muhammadm Syaugi. Untuk melakukan penyelamatan, Basarnas banyak menggunakan alat berat meski pada praktiknya banyak menggunakan keahlian personelnya. Hal tersebut terjadi karena longsoran cukup riskan jika penyelamatan menggunakan alat berat.
Selama proses penyelamatan, komunikasi antara korban dan petugas terus berjalan. Hingga akhirnya kedua korban berhasil dievakuasi setelah proses penyelamatan hampir 10 jam lebih.(anjas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

5 + 2 =