SD-SMP Di Muara Teweh Dapat Bantuan BAK Sampah Bank Kalteng

Muara Teweh, jurnalsumatra.com – Dinas Pendidikan kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, menerima bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) dari PT Bank Kalteng Cabang Muara Teweh berupa bak sampah untuk sekolah baik SDN dan SMP yang ada di kota Muara Teweh.

  “Bantuan bak sampah ini merupakan CSR dari PT. Bank Kalteng yang diserahkan langsung oleh pimpinan Bank Kalteng, Ahmad Guniardi kepada Bupati Barito Utara, Nadalsyah dan kemudian diserahkan kepada Dinas Pendidikan Barito Utara,” kata Kepala Dinas Pendidikan Barito Utara, Masdulhaq di Muara Teweh, Selasa.

  Menurut Masdulhaq, masing-masing sekolah nanti (SD dan SMP) akan menerima bak sampah sebanyak dua buah. Satu untuk tempat sampah kering dan satu lagi untuk bak sampah basah.

  Salah satu tujuan dari diserahkannya bak sampah ini adalah untuk kebersihan. Bagi sekolah yang diunggulkan untuk mengikuti lomba UKS tingkat kabupaten Barito Utara, dan untuk persiapan dalam mengikuti lomba UKS provinsi Kalteng.

  “Dengan adanya bantuan bak sampah dari PT Bank Kalteng ini, segala sampah yang berserakan bisa ditampung setiap hari. Mengingat di sekolah itu ada penjaga sekolah yang mengumpulkan sampah-sampah yang berserakan,” kata Masdulhaq.

  Sementara anggota DPRD Barito Utara H Asran menyambut baik dengan diserahkannya bantuan CSR dari Bank Kalteng berupa bak sampah.

  “Memang itu diharapkan dari seluruh bank-bank yang ada di daerah ini, jadi bukan hanya dari bank Kalteng saja, tetapi juga dari bank-bank lainnya juga harus peka terhadap masalah lingkungan,” kata Asran.

  Masalah sampah di daerah kita ini selalu meningkat setiap harinya, kalau kita tidak mengantisipasinya dengan menyediakan bak sampah, sedangkan untuk sampah yang dimasukan kedalam kantong plastik sangat riskan dan bisa banyak binatang yang dapat membongkar sampah yang ada di plastik tersebut.

  “Dengan adanya bak sampah yang diserahkan oleh bank Kalteng itu, merupakan langkah yang baik sekali, khususnya untuk sekolah, baik SD maupun SMP. Karena di lingkunagn sekolah banyak sampah plastik yang berasal dari makanan ringan,” katanya.

  Dia mengatakan, anak-anak, baik SD maupun SMP dididik sejak dini agar mereka membuang sampah tidak sembarangan.

  “Di lingkungan sekolah banyak sampah-sampah dari makanan ringan, untuk itu diharapkan agar anak didik sejak dini membiasakan membuang sampah di tempat yang telah disediakan,” ujar Asran yang politisi dari Partai Golkar ini.(anjas)