Sekda Himbau Masyarakat Akan Pangan Berbahaya

MUARAENIM< Sumsel,  jurnalsumatra.com – Bertempat di Balroom Hotel Grand Zuri, Muaraenim, Kamis (5/7/2018), menggelar rapat Advokasi kelembagaan Desa program gerakan keragaman Desa.

Dalam rapat itu tercetus, tujuan Pemda Muaraenim melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Muaraenim untuk menghimbau masyarakat akan pangan barbahaya yang beredar ditengah tengah masyarakat. Terutama, soal pangan yang dimakan makan sehari-hari serta sayuran dan buah yang rentang Peptisida dan bahan pengawet berbahaya lainnya.

Acara tersebut, dibuka langsung oleh Pj Bupati Muaraenim melalui Sekretaris Daerah (Sekda) Muaraenim  Ir H Hasanudin MSi. Dalam sambutannya, H Hasanudin meyampaikan, program yang diselenggarakan ini sangat penting, apalagi masyarakat sering diracuni oleh aneka pangan yang tercemar bahan pengawet.

“Nah, padahal kita sadar bahwa pangan kita makan itu mengandung pengawet. Namun, kenapa masih saja dimakan,” tanya H Hasanudin.

Untuk itulah, lanjtnya dengan advokasi program kelembagaan desa diharapkan bisa menambah pengalaman dalam memilih pangan yang baik sehingga bisa diterapkan minimal dalam keluarga agar terhindar dari pakan yang beracun dan berbahaya bagi tubuh.

“Semua itu, tidak lepas dari minimnya pengawasan, sehinga masyarakat tidak tahu bahaya akan mengkonsumsi pakan tersebut. Terutama, yang sangat bahaya jajanan anak-anak, untuk itulah selesai dari kegiatan ini bisa mejadi file projec kita, menyebarkan pengetahuan untuk masyarakat yang mana panagn berbahaya dan yang boleh dimakan,”paparnya lagi.

Sementara itu, perwakilan badan POM Provinsi Sumsel mengatakan tugas dan tujuan kegiatan ini adalah mengasih pengarahan untuk masyarakat desa, melalui pendekatan kepada masyarakat.

“Oleh sebab itu, acara ini sasaran utama kita adalah jajajan sekolah, pedagang kaki lima, posyadu, kelompok usaha tani, untuk itulah kami membentuk kaderisasi antara desa dan juga kami melakukan bimbingan teknis komunitas, bersama Pemerintah Kabupaten Muaraenim, melalui Ibu PKK, Karang Taruna, Guru, akan kami berikan alat peraga dalam bentuk ular tangga. dan juga kami akan memberikan masing-masing kepada desa, untuk itu Kepala Desa harus ambil adil dalam kegiatan ini,” imbuh Vivin Maria dalam sambutannya, kemarin. (DAFRI FR)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

eleven + twenty =