Sekda Muba Akan Surati PLN Terkait Jaringan Listrik

Muba, jurnalsumatra.com – Terkait rendahnya jaringan PLN dijalan Sekayu- Pendopo tepatnya dikelurahan Soak Baru, Kecamatan Sekayu, Musi Banyuasin (Muba). Sekretaris Daerah (Sekda) Muba H Apriyadi SE, Msi angkat bicara, bahkan untuk mengantisifasi jangan sampai terjadi hal-hal yang tak di inginkan terhadap warga pengguna jalan dalam waktu dekat ini Sekda akan menyurati PLN rayon Sekayu.

“Terimakasih masukannya, nanti kita berkirim surat ke PLN agar segera memperbaiki kondisi jaringan-jaringan listrik diwilaya itu. Karena itu wewenang PLN kami tidak bisa memperbaikinya, kecuali pihak PLN minta bantuan, bisa kita turunkan pegawai MEP. Disitukan Sebelumnya ada warga yang meninggal dunia, gara-gara pancingnya tersangkut. “Ujar Sekda Muba saat dibincangi wartawan Jurnal Sumatra.com Kamis (1/8/2019).

Berdasarkan pantauan dilapangan, dari sejak awal pembangunan jaringan listrik mulai dari Jembatan Musi (JM) sampai ke simpang lapangan terbang (lapter) Sekayu memang terbilang rendah,  berbeda dengan ketinggian jaringan listrik didaerah daratan. Dikarenakan tiang listrik diwilaya itu berada didasar jurang tanah rawah.

Se-iring dengan terusnya dilakukan peningkatan badan jalan, maka lama- kelamaan ketinggian jaringan listrik jadi berkurang terutama jaringan lampu jalan. Hal ini menjadi keresahan warga masyarakat terutama para sopir pengangkut alat berat. Pasalnya sudah beberapa kali mobil yang mereka kendarai tersenggol jaringan listrik saat melintas.

Ditambah lagi, kurangnya perawatan dari pihak terkait, hingga kabel listrik diwilaya itu semberawut, ada yang didalam semak belukar, ada yang terurai dipinggir jalan bahkan ada pula yang menjuntai ke sungai. 

Muksin (40) warga Kelurahan Soak Baru menjelaskan, bahwa terdapat beberapa titik jaringan listrik dijalan Sekayu-Pali yang berpotensi mengancam keselamatan para pengguna jalan.

“Jaringan listrik diwilaya ini memang terlalu rendah, ada beberapa titik yang dikhawatirkan dapat mengancam keselamatan para pengguna jalan. Seperti ditikungan Jembatan Juai, Jembatan Langgaran dan tikungan disekitar Jembatan Gelam. Dari ketiga tikungan tersebut jaringan listrik dengan kondisi begitu rendah membetang diatas badan jalan.

Yach kalau harapan kita sih secepatnya pemkab muba terutama pihak terkait melakukan pembenahan, jangan sampai makan korban lah… Karena sudah beberapa kali kabel listrik diwilaya ini tersenggol mobil pengangkut alat berat bahkan roda dari salah satu mobil pengangkut alat berat sempat meledak akibat tersengat arus listrik, beruntung tidak menelan korban jiwa.”ungkapnya.

Sementara Helmi (45) warga Talang Sekate Kelurahan Soak Baru mengatakan, dampak dari kabel listrik semberawut, lampu jalan wilaya itu kerap mengalami pemadaman. 

“Kalau kami disini pak, mengeluhkan lampu jalan. Pasalnya lampu jalan disini kadang hidup kadang mati. Walaupun hidup rasanya percuma, karena lebih banyak mati ketimbang yang menyalah.

Nah ini perlu diperhatikan oleh terkait maupun pemkab Muba, terutama masalah kabel semberautan dijalan sekayu-pendopo ini. Sebab dampaknya bukan hanya dikampung kami saja, jalur listrik itukan kemana-mana,  ke Kecàmatan Sungai Keruh, Jirak Jaya dan Kecamatan Plakat Tinggi, semuanya bisa terganggu.”Terang Helmi.

Dijelaskannya, ketika lampu jalan terjadi pemadaman, warga khawatir melintas pada saat malam hari.”Yach was-was lah pak melintasi jalan tanpa ada penerangan, pertama khwatir masalah keamanan, apalagi sewaktu jalan  ini belum diperbaikan, bukan sekali dua kali pengguna jalan terjungkal akibat terjebak pada lobang jalan.”Sesalnya.

Ketika permasalahan dikonfirmasikan ke pihak PLN Rayon Sekayu, Humas dan pelayanan PLN rayon Sekayu Irsan menjelaskan, bahwa kabel semberawutan dijalan Sekayu- Pali  itu bukannya jaringan PLN.

“Ada dua macam pak, ada kabel lampu jalan, ada kabel icon dan yang sering jatuh itu kabel icon. Bukan jaringan PLN, kalau yang kami tidak mungkin putus, kalau putus jelas mati lampu.”jelas Irsan.

Irsan juga membenarkan kalau roda mobil pengangkut alat berat sempat meledak gara-gara tersengat arus listrk. “Memang pernah, kejadian itu ditikungan sekitar Jembatan Langgaran, namun kendaraan tersebut biasanya melebihi ketinggian, sebenarnya tidak boleh. “Ujarnya.

Dikatakanya, kalau untuk peremajaan tiang lebih baik terus terang itu susah juga, tapi kita lihat saja nanti kedepannya kalau yang rendah kita naikkan.”pungkasnya. (Rafik elyas)