Sekda Pastikan Puluhan ASN Akan Dapat Sanksi Tegas

Lahat, jurnalsumatra.com – Terlihat raut muka Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lahat, kesal dan geram setelah melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) terhadap sejumlah kantor dinas dilingkungan Pembab Lahat.

Sekda Lahat yang terkenal tegas serta lugas dalam bertindak ini, sangat kecewa terhadap puluhan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang diduga sengaja membolos pada saat jam kantor masih berlangsung. 

“Parahnya, dalam satu dinas saja terpantau paling sedikit ada 10 oknum ASN yang didunga dengan sengaja bolos ketika jam kantor berjalan,” ungkap Bupati Lahat Cik Ujang SH melalui Sekda Lahat H Januarsyah Hambali SH MM, Sabtu (24/8/2019).

Dijelaskan Januarsyah, dari temuan hasil Sidak, akan disampaikan pada Bupati dan Wabup Lahat agar untuk dapat ditindak tegas sesuai dengan aturan dan UU tentang ASN.

“Insya Allah, kalau tidak ada ara melintang lusa (Senin nanti) usai dari Upacara puluhan ASN tersebut, akan kita panggil dan memberikan surat peringgatan,” tambahnya.

Selain itu, dikata Sekda Lahat, tidak ada alasan para Aparatur Sipil Negara (ASN) dilingkungan Kabupaten Lahat untuk bermalas malasan dalam menjalankan tugas terutama memberikan pelayanan kepada masyarakat selaku Abdi Negara.

“Tidak ada alasan lagi bagi ASN untuk bermalas malasan dalam menjalankan tugas dan pungsinya selaku Abdi Negara. Karena, saat ini berbagai macam tunjangan sebagai tambahan dari Gaji telah diberikan Pemerintah Kabupaten Lahat,” cetus Januarsyah lagi.

Diuraikannya, untuk pemanggil dijadwalkan akan dilakukan pada Senin (26/8/2019) nanti setelah dari Upacara. Terutama, kepala dinas (Kadis) terkait untuk diberikan hukuman Disiplin sesuai dengan aturan atau UU yang berlaku.

“Hasil inspeksi mendadak terhadap sejumlah kantor dan dinas dilingkungan Pemkab Lahat, terutama bagi oknum oknum ASN yang bolos akan diberikan sanksi mulai surat teguran SP I, II, dan III,” katanya.

Surat pernyataan dan sanksi tegas akan diberikan kepada semua ASN yang bolos sambung Januarsyah, sebagai bentuk komitmen Pemkab Lahat dalam penegakan aturan kedisiplin kerja bagi setiap ASN.

“Tidak hanya pemberian SP I, II, dan III saja. Surat pernyataan yang dibuat nanti dan akan diberikan kepada puluhan ASN yang kedapatan bolos pada saat jam dinas ini, sebagai bentuk bukti apabila oknum oknum tersebut, tetap menggulanginya lagi, maka tidak menutup kemungkinan sanksi tegas seperti pemecatan bisa terjadi,” pesan mantan Kabag Risala DPRD Kabupaten Lahat ini.

Oleh sebab itu, diuraikan Januarsyah, surat peringgatan yang diberikan nanti jangan dianggap enteng bagi ASN. Karena, kedisiplinan kerja masing masing dinas, badan, kantor, dilingkungan Pemkab Lahat semua ada penilaian.

“Memang untuk Sidak sendiri, Pemkab Lahat tidak pernah memberikan bocoran hari, bulan, jam, dan waktunya semua itu rasia. Tujuan dilakukannya sidak ini, untuk membuktikan masing masing dinas benar atau tidak mereka bekerja sesuai dengan ketentuan UU tentang ASN,” urainya.

Terus terang, tindak tegas yang akan diberikan kepada Puluhan ASN nanti, untuk memberikan peringatan kepada ASN lainnya agar dapat selalu aktif ngantor dan tidak bolos. Dan, penerapan sanksi ini, sesuai dengan arahan Bupati dan Wakil Bupati Lahat, yang bertujuan untuk mengoptimalkan pelayanan terutama kepada masyarakat.

“Bagaimana masyarakat mau berurusan kalau kantor atau dinas terkait kosong, jelas akan terhambat. Maka dari itu, disiplin dalam bekerja harus kembali kita Optimalkan lagi, agar tercapai Visi dan Misi Bupati Lahat,” ingatnya dengan tegas dan lantang.

Informasi berhasil dikumpulkan dilapangan, Inspeksi Mendadak (Sidak) pada Jum’at (23/8/2019) langsung dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lahat H Januarsyah Hambali SH MM kesejumlah kantor dinas diantaranya, Badan Perencanaan Daerah (Bappeda), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Pariwisata, serta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD).

Betapa kecewa dan kesal, ketika Sekda Lahat mendapati beberapa dinas ruangannya kosong dan terkunci rapat, padahal masih dalam jam kerja. Mirisnya, berbagai dalil dan alasan masing masing kantor dinas terhadap ASN yang tidak berada ditempat alias bolos.

“Bahkan, sudah ada mengunci rapat kantor atau dinas mereka saat jam kerja masih berlangsung. Contoh, kantor Bappeda terdapat ruang kerja yang kosong, kantor BPMD salah satu Bidang hanya ada satu staf kerja,” tambahnya dengan lugas.

Paling parah sekali, menurutnya, kantor Dinas Pariwisata telah terkunci rapat dan sejumlah ruangan kosong. Terakhir, sidak kekantor Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Lahat.

“Yang jelas Dinas Pariwisata telah terkunci rapat dan sejumlah ruangan kosong. Sedangkan, kantor Disdik hampir semua Bidang kosong alasan salah satu pegawai menjelaskan ASN ada yang izin jadi gadis ngantat dan ziarah,” pungkasnya. (Din)