“Sekolah Ibu” Kota Bogor Mulai Beroperasi Kamis

    Bogor,jurnalsumatra.com – Pemerintah Kota Bogor, Jawa Barat, akhirnya meresmikan operasional Sekolah Ibu yang secara efektif mulai dibuka tanggal 19 Juli 2018 di 68 kelurahan.
“Sekolah ibu ini merupakan yang pertama di Jawa Barat, bahkan mungkin di Indonesia,” kata Ketua Tim Penggerak PKK Kota Bogor Yane Ardian Bima Arya di Bogor, Selasa.
Menurut Yane, butuh dua tahun untuk menyiapkan sekolah ibu, mulai dari merancang modul pendidikannya, hingga melatih tenaga pengajarnya.
Sekolah ibu dirancang untuk meningkatkan kapasitas ibu dalam mengurus rumah tangga, mendidik anaknya, sehingga menjadi keluarga yang mandiri mampu keluar dari permasalahan sosial maupun ekonomi yang dihadapi.
“Sekolah ibu hadir dengan adanya kepedulian sebagai seorang ibu atas fenomena sosial yang terjadi di tengah-tengah masyarakat,” kata Yane.
Kegiatan pembelajaran di sekolah ibu berlangsung dua kali dalam seminggu, setiap hari Senin dan Kamis, mulai pukul 13.00 WIB bertempat di ruang kelas aula kelurahan.

Jumlah pengajar yang dilibatkan sebanyak 68 orang yang berasal dari latar belakang profesi berbeda, mengajarkan 18 modul pendidikan, di antaranya, manajemen keluarga, manajemen keuangan keluarga, mengelola potensi diri, memahami kepribadian anggota keluarga, bahkan tentang bela negara dan cinta tanah air serta materi ketahanan keluarga lainnya.
“Modul ini disusun langsung oleh para pengurus TP-PKK Kota Bogor,” kata Yane yang kini juga kandidat master ketahanan keluarga IPB.
Peluncuran sekolah ibu dilakukan oleh Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto, Senin (16/7) bertepatan dengan hari Kesatuan Gerak PKK.
Bima mengatakan sekolah ibu merupakan langkah awal mewujudkan kota ramah keluarga dan kota ramah anak, juga sebagai penguatan ketahanan keluarga di Kota Bogor.
“Jadi ini awal yang baik menuju Kota Bogor yang ramah bagi keluarga dan anak,” kata Bima.
Sesuai dengan misinya, pada periode kepemimpinan keduanya, Bima ingin mewujudkan Bogor sebagai kota keluarga yang ramah anak dan keluarga.
Sekolah ibu dianggarkan melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Bogor dan disinergikan dengan semua dinas, bekerja sama dengan kampus, seperti Institut Pertanian Bogor (IPB), kemudian dikonsultasikan juga ke pemerintah provinsi dan pemerintah pusat melalui instansi terkait.
“Ke depan Sekolah Ibu setidaknya mampu memberikan kontribusi untuk penguatan ketahanan keluarga,” kata Bima.(anjas)

Leave a Reply