SELFI Palembang Jadi Percontohan di Indonesia


Semarang, jurnalsumatra.com  – Dinilai unik dan Inovatif, Program SELFI (Sekolah Filial Layanan Pendidikan Anak Berbasis Inklusi) pada Lapas Klas IA Pakjo Palembang kembali raih penghargaan, kali ini dari  99 TOP Inovasi Pelayanan Publik dari Kementrian PAN-RB.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palembang, Ratu Dewa mengungkapkan, didapatnya penghargaan ini, menjadi kebangaan tersendiri, apalagi sejak kompetisi ini digulirkan 2014, baru kali ini inovasi pelayanan publik di Kota Palembang masuk kedalam 99 TOP Inovasi Pelayanan Publik Kemenpan-RB.

“Kita tentu apresiasi dari terobosan yang dilakukan Dinas Pendidikan yang menggagas program SELFI ini, bekerjasma dengan Kanwil Kemenkum HAM Sumatera Selatan,” ungkapnya disela penerimaan penghargaan yang diserahkan oleh Menpan – RB, Syafruddin di Hotel Gumaya Semarang, tadi malam (18/7/2019).

Inovasi program SELFI ini untuk membantu para kaum marjinal terutama anak anak yang menjadi warga binaan agar dapat meneruskan pendidikan mereka meskipun sedang berada dalam pembinaan sesuai dengan amanat Undang Undang dan Peraturan Presiden. 

Apalagi, secara statistik,  jumlah Kasus Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH) di metropolis cukup tinggi mencapai 191 anak, jumlah tersebut berada di atas rata-rata nasional yang hanya 95 anak

(SDP Dirjenpas, 2014). Ditambah lagi, Data Dirjenpas tahun 2015 menunjukan penyelenggaraan Program

Pendidikan Formal dan Kesetaraan bagi ABH hanya 24 persen dari jumlah anak yang di pidana.

“Melalui inovasi Program SELFI, penerapan kurikulum pelajaran yang diberikan kepada ABH sama dengan sekolah  formal pada umumnya, inilah yang menjadi poin dari inovasi ini,” jelasnya.

Tentunya, dengan program SELFI, goals yang ingin dicapai,  disamping untuk menekan tingkat kriminalitas anak, dan tujuan lainnya saat kembali kemasyarakat anak – anak ini tetap bisa meneruskan pendidikan mereka di sekolah manapun. “Jadi tetap dilengkapi dengan ijazah dan keterangan lulus, agar mereka tetap bisa sekolah, dan tak lagi terlibat kriminalitas,” tambahnya.

Inovasi dari SELFI ini, tentu sudah banyak Pihak yang berkunjung untuk melihat, belajar, dan melakukan penelitian baik dari Masyarakat, Mahasiswa, Akademisi, Organisasi, Badan, Lembaga, Instansi baik dari Dalam Negeri maupun Luar Negeri.

Selain jadi percontohan dan satu – satunya,  berbagai Penghargaan juga sudah didapat dari program SELFI ini, seperti kepala Dinas Pendidikan yang Inspiratif dan Inovatif dalam Mengatasi Keterbatasan dari  Kementerian Hukum dan HAM (2017), Penghargaan Kategori Program Terinovatif dari PKBI

Pusat (2016), Pelaksana Program Terinovatif dari Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI (2016), LPKA Terbaik Ramah Anak Berbasis Budi Pekerti dan Responsif Terhadap Hak Anak dari Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (2017), LPKA Percontohan yang Inspiratif dan Inovatif dari Kementerian Hukum dan HAM (2017).

Meski begitu, lanjut Dewa, program ini juga disarankan, untuk pengembangan dengan lebih kepada adanya perubahan prilaku dari peserta sendiri. Tidak hanya sebatas perkataan berjanji tidak kembali mengulang perbuatan perbuatan mereka. “Tentu harapan kita program ini semakin baik kedepan, dan menjadi tidak hanya rujukan di dalam negeri, tapi juga internasional,” tambahnya.

Terpisah, walikota Palembang, Harnojoyo menyampaikan, rasa bangga dan apresiasi atas pencapaian Inovasi “SELFI” (Sekolah Filial Layanan Pendidikan

Formal bagi Narapidana Anak di LPKA Klas 1 Palembang), yang telah berhasil meraih Top 99 dalam Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik yang diselenggarakan oleh Kementerian PANRB.

“Harapan kita, hal seperti ini tidak cukup disini saja,  semoga pencapaian ini akan menjadi spirit untuk terus berinovasi dalam upaya meningkatkan pelayanan prima bagi masyarakat,” pungkasnya. (rllshmspmktpalembang)