Sembilan Sekolah Terdampak Banjir Sampang Diliburkan

    Sampang, jurnalsumatra.com – Sembilan sekolah di Kota Sampang, Jawa Timur, Jumat, terpaksa libur dari kegiatan belajar-mengajar karena terdampak banjir sehingga ruang belajar di sekolah itu berlumpur.
“KBM di sekolah terdampak banjir terpaksa diliburkan, karena ruang kelas tidak bisa digunakan,” ujar Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Pemkab Sampang Moh Jupri Readi di Sampang, Jumat.
Namun demikian, pihaknya meminta agar para guru nantinya memberikan pelajaran tambahan kepada para siswa, agar mereka tetap bisa mengikuti pelajaran secara penuh.
Kesembilan sekolah terdampak banjir itu masing-masing SMP Negeri 6 Sampang, SMP Abu Rasyad, SDN Gunung Maddah, SDN Pasean I dan II, SDN Dalpenang I, II dan III, serta SMK Negeri I Sampang.
Banjir yang melanda Kota Sampang di Pulau Madura, Jawa Timur akibat luapan air Sungai Kalikamuning, menyusul hujan deras yang terjadi di wilayah utara Sampang selama dua hari berturut-turut.

Air mulai memasuki Kota Sampang pada Kamis (11/1) dan hingga malam masih berlangsung.
“Pagi ini banjir mulai surut, akan tetapi karena ruang kelas berlumpur, maka tetap tidak bisa digunakan untuk kegiatan belajar-mengajar,” kata Jupri.
Banjir yang melanda Kota Sampang, Pulau Madura, Jawa Timur, pada Kamis (11/1) sore hingga malam itu telah menggenangi sejumlah titik, antara lain Desa Pasean, Gunung Maddah dan Desa Panggung.
Ketiga desa itu dekat dengan aliran Sungai Kalikamuning, sehingga merupakan desa yang sering terdampak banjir.
Ketinggian genangan banjir antara 20 cm hingga 40 cm, bahkan ada yang mencapai 60 cm.
Di Desa Pasean, rata-rata genangan air akibat luangan Sungai Kalikamuning, antara 20 hingga 30 cm, Desa Panggung setinggi 40 cm, dan di Desa Gunung Maddah genangan air setinggi 40 cm.
Selain di tiga desa itu, banjir juga menggenangi sebagian rumah warga di Kelurahan Dalpenang, Sampang dengan ketinggian genangan antara 20 cm hingga 30 cm. Banjir yang menggenangi tiga desa dan satu kelurahan kali ini, merupakan kali kedua dalam sepekan terakhir ini. Pada 6 Januari 2018, banjir juga melanda kota ini dengan penyebab yang sama, yakni akibat luapan air Sungai Kalikamuning.(anjas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

three + 5 =