Semen Bosowa Bantah Berita Produknya Mengandung Limbah

    Makassar, jurnalsumatra.com – Manajemen PT Semen Bosowa Maros menyebutkan informasi terkait dengan produk semen Bosowa mengandung limbah medis Bahan Berbahaya Beracun (B3) yang berada di media sosial dan pemberitaan media daring adalah tidak benar atau hoax.
“Semua itu tidak benar. Dikabarkan Bosowa membentuk layanan konsumen BSW untuk memboikot semen lain yang mengandung bahan berbahaya, itu semua tidak benar,” tegas Corporate Communication Bosowa Semen, Imran Djamaluddin di Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis.
Selain itu, beredarnya informasi Bosowa membentuk layanan konsumen BSW untuk memboikot empat perusahaan semen yang bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) untuk pemusnahan limbah medis B3 tersebut.
Imran kembali menyatakan Layanan Konsumen BSW yang mengatasnamakan Bosowa bukan dibentuk oleh Bosowa. Aapalagi untuk memboikot produk semen lain yang konon katanya mengandung limbah B3, adalah tidak benar.
Untuk layanan konsumen milik Bosowa Semen, kata dia, adalah call centre bebas pulsa, untuk melayani konsumen terkait keluhan dan informasi seputar produk semen.
“Bosowa tidak pernah membentuk layanan konsumen BSW untuk memboikot produk semen lain yang mengandung limbah B3. Kami tahu KLH membutuhkan mesin untuk menghancurkan limbah medis B3 dan itu aman, karena suhu pembakaran di kiln mencapai 1.500 derajat celsius,” jelas dia.
Sebelumnya, beredar informasi hoax di sejumlah media dengan memberitakan KLHK bekerja sama dengan beberapa perusahaan semen untuk melakukan penanganan limbah medis.

Penegasan tersebut disampaikan Dirjen Pengelolaan Sampah, Limbah dan B3 (PSLB3) KLHK, Rosa Vivien Ratnawati saat menanggapi informasi yang beredar di media sosial tentang produk semen tercemar limbah B3 beberapa hari lalu di Jakarta.
Hal itu dikarenakan dalam beberapa hari terakhir beredar pemberitaan palsu yang mengatasnamakan Layanan Konsumen BSW yang menyatakan beberapa produk semen tercemar limbah B3.
Menurut Rosa Vivien, pemusnahan limbah medis tanur (kiln) semen ini sudah diakui secara internasional seperti yang tercantum dalam Technical Note Basel Convention. Konvensi Basel adalah konvensi yang diprakarsai oleh PBB terkait ketentuan pengelolaan limbah B3.
KLHK menekankan bahwa pemusnahan limbah medis dari fasilitas pelayanan kesehatan aman bagi masyarakat, karena tanur (kiln) pada pabrik semen memiliki suhu pembakaran sekitar 1.500 derajat celcius, dan mampu membunuh kuman sehingga mencegah penyebaran penyakit.
Selain itu, industri semen nasional yang telah memenuhi aspek teknis tersebut, bersedia mengolah tumpukan medis melalui fasilitas tanur karena tidak memengaruhi kualitas produk semen yang dihasilkan.
Maka melalui keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor SK.176/Menlhk/Setjen/PLB.2/4/2018 perihal Penanganan Limbah B3 dari Fasilitas Pelayanan Kesehatan (fasyankes), KLHK menunjuk empat perusahaan yang bergerak di bidang industri semen untuk membantu pengolahan limbah medis.
Empat industri semen tersebut bersedia dan memiliki fasilitas yang memadai dalam menangani limbah medis yang menumpuk dan harus segera diolah. (anjas)

Leave a Reply