Sengketa Pilkada Timor Tengah Selatan Akan Diputus

    Jakarta, jurnalsumatra.com – Mahkamah Konstitusi (MK) akan memutus gugatan sengketa hasil Pilkada Kabupaten Timor Tengah Selatan yang diajukan oleh Pasangan Calon Nomor Urut 2 Obed Naitboho-Alexander Kase.
“MK akan memutus perkara Perselisihan Hasil Pemilihan (PHP) Kepala Daerah Kabupaten Timor Tengah Selatan pada Rabu (29/8) di ruang sidang MK,” ujar juru bicara MK Fajar Laksono di Gedung MK Jakarta, Rabu.
Dalam sidang perdana perkara Nomor 61/PHP.BUP-XVI/2018 tersebut, pemohon mempermasalahkan adanya penggelembungan suara yang menyebabkan kekalahannya dari Pasangan Calon Nomor Urut 3 Egushem Piether Tahun-Johny Army Konay (pihak terkait).
Pemohon menyatakan ada sebanyak 19 orang pemilih yang mencoblos, namun tidak tercatat dalam DPT di TPS 7 Kelurahan Taubneno, Kecamatan Soe.

    Hal serupa juga terjadi di TPS 3 Kelurahan Nonohonis, Kecamatan Soe.
Selain itu, pemohon menyebut adanya pemungutan suara ulang (PSU) di beberapa wilayah yang menyebabkan berkurangnya suara Pemohon.
Dalam sengketa ini, selisih suara pemohon dengan pihak terkait dinilai memenuhi syarat ambang batas selisih suara yaitu sebesar 0,35 persen.
Terkait dengan dalil pemohon, anggota KPU Kabupaten Timor Tengah Selatan Julius Evendi Litelnoni menjelaskan telah terjadi kesalahan teknis pada aplikasi SITUNG KPU ketika memasukkan hasil perolehan suara di 800 TPS dari 921 TPS di Kabupaten Timor Tengah Selatan.
Akan tetapi, KPU menyatakan telah memperbaiki dan memantau kembali proses pemasukan hasil perolehan suara.(anjas)

Leave a Reply