Serang Koordinasikan Ketersediaan Pangan Hadapi Pandemi COVID-19

Serang, jurnalsumatra.com – Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Serang, Banten, melakukan rapat koordinasi dengan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait dengan ketersediaan pangan dalam menghadapi pandemi COVID-19 saat ini.

  “Rapat koordinasi ini bertujuan untuk antisipasi hari besar keagamaan nasional (HBKN) yakni puasa dan Lebaran, sekaligus untuk memastikan ketahanan pangan di Kabupaten Serang aman saat pandemi COVID-19, minimal hingga Oktober,” Kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Serang, Suhardjo di Serang, Kamis.

  Menurutnya antisipasi pandemi harus dilakukan karena beberapa kondisi, antara lain pulangnya para pekerja informal dari Jabodetabek. Kemudian menurunnya penghasilan masyarakat yang bekerja di sektor informal.

  “Saat ini 22 kecamatan telah mendata 11 ribu orang lebih masuk ke Kabupaten Serang setelah pandemi merebak,” ujarnya.

  Rapat koordinasi yang dipimpin oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Serang Tb Entus Mahmud Sahiri tersebut diikuti oleh instansi terkait yakni Dinas pertanian, Disperindagkop, Bappeda, dinsos, dan Bulog, serta Polres Serang dan Kodim 0602/Serang.

  Dalam rapat tersebut Suhardjo memaparkan terkait prognosa kebutuhan konsumsi kabupaten Serang untuk komoditas strategis, seperti beras, cabe merah dan rawit, bawang merah, minyak, dan gula disertai dengan data ketersediaan tahun 2019 sebagai gambaran.

  “Stok beras diperkirakan aman sampai dengan lebaran, hal ini mengingat musim panen akan berlangsung April hingga Mei ini, sementara stok cadangan gabah di Bulog sebesar 5064 ton. Dan cadangan pangan Kabupaten Serang sebesar 126 ton masih aman,” katanya.

  Sementara untuk ayam kata dia, dari bulan Februari hingga saat ini kondisinya overstock, berdasarkan data Februari sekitar 400 ton kelebihan produksi yang masih tertahan dikan dang.

  Kepala Bidang Ketersediaan dan Distribusi Pangan Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Serang, Mumun Munawaroh menjelaskan untuk kebutuhan lainnya seperti cabai merah juga masih aman, melihat kondisi harga yang masih turun. sedangkan untuk harga bawang merah masih tinggi, namun diperkirakan bila tidak ada gangguan distribusi harga akan segera turun karena bawang merah di Jawa Timur sudah panen.

  “Cabai merah dan bawang merah termasuk komoditas strategis yang diproduksi Kabupaten Serang, namun masih perlu suplai dari luar daerah. Contoh pada bulan Februari, produksi cabai merah bisa memenuhi 80 persen kebutuhan, sementara bawang merah hanya 15 ton produksi dari 308 ton kebutuhan,” kata Mumun.

  Lebih jauh Mumun menjelaskan, akan ada tindak lanjut setelah rapat koordinasi tersebut, yaitu akan dilakukan survei ke gudang-gudang distributor untuk melihat stok, kemudian melakukan pemantauan harga pangan secara rutin, serta akan melakukan operasi pasar jika diperlukan.

  “Terkait pandemi, dimana ada kekhawatiran penularan di pasar, disperindag sedang mendata pedagang di pasar-pasar tradisional yang menjual sembako lengkap agar bisa melakukan pembelian melalui pengantaran atau COD,” tambahnya.

  Sedangkan untuk minyak goreng, berdasarkan data dari retail, stok ketersediaanya mencapai 14 ribu ton, terigu 4,5 ribu ton dan gula pasir 650 ton.(anjas)