Seratusan Orang Minta Pembongkaran Gedung SD Dihentikan

     Cianjur, jurnalsumatra.com – Seratusan orang yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Sugih Mukti, Cianjur, Jawa Barat, bersama cucu Siti Jenab mendatangi Kantor Bupati Cianjur, menuntut agar pembongkaran bangunan dihentikan,Senin.
Meskipun tidak mendapat respon dari Bupati dan Wakil Bupati Cianjur, seratusan orang tersebut, sempat melakukan orasi di depan kantor bupati, hingga akhirnya pengujuk rasa yang menuntut agar bekas bangunan SDN Ibu Jenab I tidak dialih fungsikan, ditemuki Kepala Infokom.
Dalam pertemuan di teras pendopo tersebut, cucu Siti Jenab, menagih janji yang dilakukan bersama Dinas Pendidikan Cianjur, guru, tokoh masyarakat dan keluarga besar Siti Jenab, sepakat untuk memindahkan kegiatan belajar mengajar.
“Namun dengan catatan kalau bangunan yang ada tidak dipugar atau dialih fungsikan karena lokasi tersebut merupakan cikal bakal berdirinya sekolah perempuan di Jawa Barat,” kata Memet Abdulhakim seorang cucu Siti Jenab di Cianjur, Senin.
Dia menuturkan, selang beberapa hari setelah dikosongkan, Pemkab Cianjur, langsung melakukan pembongkaran seluruh ruangan, sehingga memancing kemarahan berbagai pihak termasuk keturunan Siti Jenab yang melakukan perjanjian.
“Kami menuntut pemberhentian pembongkaran dan tetap menuntut agar bangunan tidak diruntuhkan apalagi dialih fungsikan. Bahkan kami menuntut agar kegiatan belajar mengajar dikembalikan ke tempat semula,” katanya.

     Sementara kordinator aksi Aliansi Rakyat Sugih Mukti Ridwan Mubarak, mengatakan, dalam aksi tersebut pihaknya juga menuntut agar Pemkab Cianjur, kembali membuka jalur Siti Jenab yang sejak beberapa bulan terakhir ditutup.
“Pemkab Cianjur, harus bertanggungjawab atas pengrusakan yang telah dilakukan atas gedung SDN Ibu Jenab I. Kami juga meminta kembalikan tarif retribusi parkir ke semula karena perubahannya bertentangan dengan perbun 2009,” katanya.
Pihaknya akan kembali berunjukrasa dengan masa yang lebih banyak, jika tuntutan mereka tidak dikabulkan dalam waktu dekat.”Buka kembali jalur Siti Jenab dan kembalikan siswa SDN Ibu Jenab I ke sekolah semula,” katanya.
Sementara Kadis Infokom Cianjur Suprayogi, berjanji pada pengujukrasa segera menyampaikan tuntutannya ke Bupati Cianjur, agar segera ditindaklanjuti. Meskipun sebagian besar pengunjukrasa tidak puas dengan mediasi tersebut.
“Satu pekan kedepan saya berjanji keturunan Siti Jenab dan aliansi dapat bertemu dengan bupati untuk mengadakan mediasi apa yang menjadi tuntutan pengunjuk rasa hari ini,” katanya.(anjas)

Leave a Reply