Shavitri Nurmala Dewi Kembali ke Habitat


Sleman, jurnalsumatra.com –  Setelah hampir sembilan tahun intens menggarap pariwisata di Kabupaten Sleman, kini Dra Shavitri Nurmala Dewi, MA, yang akrab disapa Evie,  kembali ke habitatnya lagi.

Prinsipnya, sebagai pelayan masyarakat, Evie akan selalu siap bekerja di mana pun. Terlebih sekarang berada di lingkungan Humas dan  Protokol. Di tempat ini, bagi Evie, bukan lagi dunia baru. Dulu, sebelum ditempatkan di Dinas Pariwisata, Evie telah lama berkecimpung dalam urusan hubungan masyarakat: menjembatani komunikasi antara pemerintah daerah dan masyarakat. 

Meski telah menduduki jabatan Kepala Bagian Humas dan Protokol, Evie mengaku masih memback-up sejumlah pekerjaan di Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman.

Bagi Evie, perkembangan desa wisata di Kabupaten Sleman secara umum menggembirakan. “Semakin banyak wisatawan yang melirik dan berkunjung,” ujar Evie.

Setelah itu, Evie akan mengoptimalkan tugasnya untuk mewujudkan visi Pemerintah Kabupaten Sleman: terwujudnya masyarakat Sleman yang lebih sejahtera, mandiri, berbudaya dan terintegrasikannya sistem e-government menuju smart regency (kabupaten cerdas) pada tahun 2021.

Selain itu, akan mewujudkan misi Kabupaten Sleman, yaitu meningkatkan tata kelola pemerintahan yang baik melalui peningkatan kualitas birokrasi yang responsif dan penerapan e-govt yang terintegrasi dalam memberikan pelayanan bagi masyarakat, meningkatkan pelayanan pendidikan dan kesehatan yang berkualitas dan menjangkau bagi semua lapisan masyarakat.

Selain itu, meningkatkan penguatan sistem ekonomi kerakyatan, aksesibilitas dan kemampuan ekonomi rakyat serta penanggulangan kemiskinan.

Juga memantapkan dan meningkatkan kualitas pengelolaan sumberdaya alam, penataan ruang, lingkungan hidup dan kenyamanan. Terakhir, meningkatkan kualitas budaya masyarakat dan kesetaraan gender yang proporsional.

Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sleman Dra Shavitri Nurmala Dewi, MA, yang sebelumnya menjabat Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, sejak masih menempuh pendidikan SD (Sekolah Dasar) sudah senang dunia tulis-menulis.

Pada saat menempuh pendidikan SMP dan SMA, Evie — sapaan akrabnya — sudah rajin menulis di mading (majalah dinding).

Selain itu, ibu dua putera ini pengagum tiga penulis: NH Dini, Taufik Ismail, dan Yasunari Kawabata.

Bagi Evie, NH Dini menulis tentang perubahan nilai dan sikap perilaku orang Indonesia. Sedangkan  Taufik Ismail dalam tulisannya sarat dengan kritik sosial dan relijius. Adapun Yasnuari Kawabata, penulis ini cenderung memotret perubahan budaya masyarakat  Jepang saat bersinggungan dengan nilai budaya barat.

Disampaikan Evie, sektor ekonomi kreatif akan menjadi salah satu perhatian dan fokus pengembangan Pemerintah Kabupaten Sleman. “Fashion, kuliner dan industri pendukungnya yang merupakan sektor ekonomi kreatif juga akan menjadi perhatian pemerintah kabupaten Sleman,” papar Evie. 

Kabupaten Sleman yang telah ditetapkan sebagai kabupaten kreatif dalam subsektor film animasi dan video, diharapkan dapat menjadi penggerak bagi tumbuhnya 15 subsektor industri kreatif yang lain di antaranya fashion, art, dan mendukung pada gaya hidup.

Apa yang dimiliki Kabupaten Sleman, baik potensi wisata budayanya menjadi guidance bagi wisatawan yang berkunjung ke Sleman. “Harapan kami, tentunya akan semakin banyak mendapat dukungan dari pihak-pihak yang memang terlibat di dalam industri di Sleman,” papar Evie.

Meski di tempat lain, Shavitri Nurmala Dewi bertekad akan mengembangkan kawasan Lava Bantal menjadi destinasi wisata unik.

Menurut Evie, daya tarik lava bantal kian kuat lantaran banyak destinasi wisata populer lain di sekitarnya. Sebut saja Embung Tegaltirto, Candi Abang, Candi Ijo, dan Tebing Breksi, serta masih banyak lagi. 

Inilah yang membuat Evi, sapaan akrab Shavitri, meyakini Lava Bantal sebagai destinasi potensial. Apalagi jika bisa disinergikan dengan seluruh destinasi yang ada di wilayah timur Kabupaten Sleman tersebut. Terlebih, Lava Bantal telah diakui secara nasional. (Affan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

eleven − 1 =