Sidang Gugatan Arta Prigel Dramatis

Lahat, Sumsel, jurnalsumatra.com – Sidang lanjutan sengketa Lahan antara warga VS PT Arta Prigel Senin (16/4/2018) yang digelar sekitar pukul 11.00 WIB, di Pengadilan Negeri (PN) Lahat, tentang pembacaan tergugat berlangsung secara dramatis.

Saat sidang berlangsung yang di Ketuai Majelis Hakim Agus Pancara. SH dan Hakim Anggota Saiful Brow. SH, serta Mahartha Noerdiansyah SH, dengan Agenda pembacaan jawaban gugatan, kedua belah pihak memilih untuk dibacakan.

Ketika Majelis Hakim menanyakan kepenggugat juga tergugat I dan II hanya menerima dibacakan. Namun, dalam sidang kali ini, pihak tergugat (PT Arta Prigel-red) memintak kepada Ketua Majelis Hakim untuk merubah alamat pihak perusahaan.

“Jadi, kalau keduanya sudah menerima dibacakan. Maka sidang akan kembali kita lanjutkan minggu depan Tanggal 24 April 2018, dengan agenda Jawaban Penggugat, ” terang ketua Majelis Hakim Agus Pancara, dalam persidangan, Senin (16/4/2018).

Terakhir, disampaikan ketua Majelis Hakim, untuk sidang minggu depan dengan agenda Jawaban Penggugat, maka dari pihak tergugat I dan pihak tergugat II tidak akan dipanggil lagi, diharapkan Minggu depan semuanya bisa hadir dalam sidang Perdata berikutnya.

“Jadi, untuk sidang berikutnya tidak akan diundang lagi. Pemberitahuan dalam sidang hari ini, merupakan undangan resmi untuk ikut dan dapat hadir disidang Minggu depan, ” pungkasnya.

Dalam sidang kali ini, pihak tergugat PT Arta Prigel, lalu, pihak turut tergugat I Pemerintahan Daerah (Pemda) Lahat, dan tergugat II dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) Lahat, semuanya dapat hadir.

Pihak Penggugat, Dahlian selaku warga pemilik lahan didampingi pengacara Firnanda. SH. CLA saat dikonfirmasi mengatakan, untuk sidang kali ini cukup singkat, dan hanya berlangsung sekitar 15 menit.

“Tadi saat sidang berlangsung kan ketua Majelis sempat melemparkan pertanyaan. Agenda sidang hari ini dianggap dibacakan. Dan, kami Dari pihak penggugat Dan tergugat menerima dibacakan sehingga sidangpun langsung ditutup, ” cetus Firnanda.

Sedangkan untuk pekan depan, sambung Firnanda, sidang akan kembali dilanjutkan dengan agenda pembacaan Jawaban Gugatan.

“Untuk hasilnya, kita tunggu saja pekan depan. Karena, ketua Majelis tadi sudah menyampaikan. Jadi, Tanggal 24 April 2018 agenda pembacaan Jawaban Gugatan, ” pungkasnya.

Sedangkan, terlihat dari sidang kali ini, pihak tergugat PT. Arta Prigel menghadirkan pemegang Kuasa Direksi, Yulius. SH dan H. Maringan Siregar. SH selaku pengacara perusahaa. Sedangkan, pihak Pemda Lahat memberikan kuasa kepada Anisa SH, lalu, dari pihak Badan Pertanahan Negara (BPN)

Kabupaten Lahat, memerintahkan Kepala Seksi (Kasi) Sengketa, Junardi SH, beserta dua anggota BPN lainnya.

Juga turut hadir, beberapa warga Desa yang merasa tanahnya diambil perusahaan dan sejumlah awak media. Setelah tergugat PT Arta Prigel, serta turut tergugat I dan II menerima, Ketua Majelis Hakim pun langsung mengetok palu, dan menyampaikan pekan depan (24/4/2018)sidang akan kembali dilanjutkan. (Din)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

13 − 12 =