Sidang Sengketa Lahan Terus Berlanjut

Lahat, jurnalsumatra.com – Sidang kasus dugaan sengketa Lahan seluas 2,5 Hektar milik Siti Wati (70) warga Desa Merapi Kecamatan Merapi Barat, Kabupaten Lahat, pada Kamis (04/06/2020), kemarin kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Kabupaten Lahat.

Sidang kali ini, yang di Ketuai Hakim Majelis Jimmy Marulli SH MH beranggotakan Rehardin SH dan Merdeka Wati SH, dilaksanakan sejak pukul 13.30 WIB, dengan agenda pemeriksaan surat dari Penggugat I, Tergugat II, dan Tergugat Intervensi.

Penggugat Siti Wati didampingi Kuasa Hukumnya Anisa SH, Reni SH, dan Mhita SH menyampaikan, Lahan yang menjadi sengketa seluas 2,5 Hektar yang berlokasi di Desa Merapi Kecamatan Merapi Barat, Kabupaten Lahat bersebelahan dengan PT MAS.

“Lahan ini sudah cukup lama. Surat yang dipegang oleh klien kami sejak tahun 1984 ini. Namun, klien kami baru mengetahuinya setelah Lahat tersebut sudah dijual oleh Anani dan Hairudin ke PT MAS,” ungkapnya dengan nada terpata pata dalam pesidangan Kamis (04/06/2020), kemarin.

Terbongkarnya Lahan seluas 2,5 Hektar ini, telah terjual kepada salah satu Perusahaan Tambang, saat kliennya hendak membuat surat keterangan kepada Kades Merapi yakni, Sapri Rahman, Kecamatan Merapi Barat, Kabupaten Lahat.

“Dari sinilah, klien kami curiga. karena ketika hendak membuat surat keterangan dari Kades Desa Merapi, klien kami selalu ditolak. Sehingga, akhirnya, klien kami menempuh jalur hukum dan disidangkan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, untuk sidang kali ini telah memasuki tahapan pembuktian surat dari Penggugat, Tergugat I, II, dan Tergugat Intervensi.

“Insya Allah, kalau tidak ada ara melintang sidang akan kembali dilanjutkan pekan depan dengan agenda Pemeriksaan Setempat atau sidang lokasi Lahan yang disengketakan,” pungkas Anisa.

Ditambahkan penggugat Siti Wati, besar harapannya Ketua Majelis Hakim beserta Anggota, dapat menyidangkan kasus ini dengan seadil adilnya, serta Lahan seluas 2,5 Hektar itu, dapat kembali menjadi hak miliknya.

Redhi Setiadi SH selaku PH dari PT MAS dimintaki tanggapannya mengaku, dikarenakan dalam gugatan yang dilayangkan Siti Wati atau penggugat mencantumkan nama Perusahaan, sehingga, dari PT MAS mintak harus ikut.

“Sebetulnya, sipenggugat tidak melibatkan perusahaan. Namun, dikarenakan dalam Gugatan ada nama PT MAS, jadi kami ikut juga tergugat,” ucap Redhi Setiadi, kemarin.

Sedangkan, Ketua Majelis Hakim Jimmy Marulli SH MH dan Anggota Hakim I Rehardin SH dan Anggota Hakim II Merdeka Wati SH, setelah membaca, memeriksa dan mempelajari surat surat kepemilikan Lahan dari penggugat Siti Wati, tergugat I, II, dan tergugat Intervensi menunda sidang serta sidang akan pada pekan depan.

“Sidang kita tunda, dan akan dilanjutkan pada Jum’at depan. dengan agenda Pemeriksaan Setempat atau sidang lapangan,” kata Hakim Ketua. (Din)