Sikowil Dapat Memonitor Kejadian Dengan Cepat

Palembang, jurnalsumatra.com – Sistem Informasi Komando Kewilayahan (Sikowil) dapat digunakan sebagai alat untuk memonitor wilayah berupa kegiatan maupun kejadian yang terjadi, agar diketahui secara cepat dan tepat. Sehingga pimpinan dapat dengan cepat mengambil langkah antisipasi.

Hal tersebut diungkapkan Panglima Kodam II/Swj Mayjen TNI AM. Putranto dalam rangka peresmian Launching Sikowil (Sistem Informasi Satuan Komando Kewilayahan) di Korem 044/Gapo, Selasa (20/3/2018)

Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI AM Putranto mengatakan, mengapresiasi penghargaan yang tinggi terhadap Komandan Korem 044/Gapo Kolonel Inf Kunto Arief Wibowo beserta jajarannya yang tidak berhenti-hentinya membuat inovasi yang sangat bermanfaat dalam menunjang pelaksanaan tugas. “Setelah berhasil membuat inofasi Bios 44 hingga tingkat nasional, kini Danrem Gapo buat lagi inovasi Sikowil yang sangat bermanfaat dalam menunjang pelaksanaan tugas,” ucapnya.

Putranto mengungkapkan, bahwa Sikowil akan sangat membantu dalam bertindak untuk mengantisipasi kegiatan, karena sistem ini dapat memonitor kegiatan lebih maksimal dengan informasi yang lebih cepat dan tepat.

Putranto berharap Sikowil ini dapat ditularkan di wilayah Korem lain jajaran Kodam II/Swj karena berfungsi yang sangat baik untuk membantu tugas, apalagi dapat membangun mitra/dikonekan dengan pihak Polda maupun Angkatan Darat yang akam menjadi lebih kuat. “Sistem ini sangat bagus, agar dapat ditularkan ke Korem lain dan harus dilengkapi dengan pengamanan yang kuat, sehingga dalam penggunaan tidak ada gangguan,” paparnya.

Sementara itu,   Komandan Korem 044 Kolonel Inf Kunto Arief Wibowo menyampaikan, bahwa Sikowil adalah sistem yang digunakan oleh TNI khususnya Korem 044/Gapo untuk memetakan berbagai sumber daya, berbagai potensi, dan berbagai kegiatan serta kejadian yang secara langsung atau pun tidak langsung diawasi dan dikendalikan demi kepentingan keutuhan dan kedaulatan NKRI. “Beberapa fitur fungsi unggulan di dalam Sikowil diantaranya peta tematik berbasis GIS/modul utama yaitu geografi, demografi dan kondisi sosial, laporan kejadian, laporan progress kolaborasi pekerjaan (proyek), tracking, dan berita,” ujarnya.

Kunto menjelaskan, bahwa sistem ini tidak bisa berjalan tanpa dukungan infrastruktur modul-modul di balik layar yang menjadi penghubung semua fungsi di depan bisa berjalan. “Misalnya modul struktur garis komando dan kewenangan hak akses, penyusunan dan pembagian wilayah, organisasi dan kepangkatan,” pungkasnya (Yanti)

Leave a Reply