Siswa Kurang Mampu Tidak Dipungut SPP Sumbangan

Palembang,  jurnalsumatra.com  – Siswa yang sudah lulus tes dan dinyatakan diterima di SMA unggulan dihimbau tidak mengundurkan diri. Pasalnya pihak sekolah menyediakan kuota 20 persen bagi siswa kurang mampu untuk dibebaskan biaya SPP dan sumbangan.

Wakil Kesiswaan SMAN 1 Palembang, Eduar Rismansyah mengatakan,  siswa yang sudah lulus di SMAN 1 Palembang meskipun berasal dari masyarakat tidak mampu jangan mengundurkan diri. Pasalnya, sekolah memiliki kuota sebanyak 20 persen dari total siswa bagi siswa kurang mampu ntuk dibebaskan biaya sekolah. “Siswa yang baru saja dinyatakan lulus di SMAN 1 Palembang jangan minder dan malu melapor jika berasal dari keluarga kurang mampu agar diberi keringanan biaya sekolah.  Kita sarankan jangan mengundurkan diri,” ujarnya disela sesi wawancara calon siswa baru di aula SMAN 1, Rabu (17/01/2018)

Lebih lanjut Eduar mengungkapkan, sejak tahun lalu SMAN 1 Palembang telah memberikan keringanan kepada sejumlah siswa yang tidak mampu yakni bebas biaya sama sekali, diberikan keringanan biaya dan diusulkan agar mendapatkan Kartu Indonesia Pintar (KIP). “Biasanya siswa malu melapor, padahal mereka berasal dari keluarga kurang mampu. Kita memiliki 20 persen kuota bagi siswa kurang mampu untuk  dibebaskan biayanya,” paparnya.

Eduar menjelaskan, dalam pelaksanaan sesi wawancara siswa baru SMAN 1 Palembang, terdapat 421 siswa yang telah dinyatakan lulus tes tertulis untuk ikut serta dalam wawancara yang dilakukan hanya satu hari tersebut.

“Untuk penwawancaranya melibatkan 15 orang guru SMAN 1 Palembang. Wawancara hanya digelar satu hari saja yakni tanggal 17, tanggal 18  siswa akan melakukan registrasi ulang dan pengukuran baju, tanggal 19 akan dilakukannya rapat bersama komite sekolah,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sumsel, Widodo mengungkapkan, pemerintah telah memberikan kuota ebanyak 20 persen agar siswa pintar yang berasal dari keluarga kurang mampu bisa menikmati sekolah di SMA unggul. “Semuanya gratis, tapi untuk uang SPP dan sumbangan saja. Untuk pakaian dan makan tetap menjadi tanggungjawab orang tau siswa yang bersangkutan,” pungkasnya. (Yanti)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

18 − 9 =