Sleman Kembangkan Usaha Kreatif


Sleman,Yogyakarta,  jurnalsumatra.com – Kabupaten Sleman sangat berpotensi bagi pengembangan usaha-usaha kreatif karena memiliki berbagai potensi ekonomi yang masih terbuka lebar dan menarik investor untuk mengembangkan investasi di berbagai bidang usaha.

Hal itu disampaikan Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo, MSi dalam acara “Forum Komunikasi Investasi Perusahaan” di The Rich Hotel, Sinduadi, Mlati, yang diadakan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perijinan Terpadu (DPMPPT) Kabupaten Sleman dan diikuti 85 perusahaan, Selasa (9/4/2019). 

Terkait investasi, Sri Purnomo menjelaskan pada tahun 2018 jumlah unit usaha PMA mencapai 80 unit usaha dengan nilai investasi mencapai US$ 193,83 juta. Dan penyerapan tenaga kerja mengalami kenaikan sebesar 3,38 persen yaitu sebanyak 8.834 tenaga kerja pada tahun 2018, naik dari tahun sebelumnya sebesar 8.504 tenaga kerja pada tahun 2017.

Jumlah unit usaha PMDN tahun 2018 mencapai 88 unit usaha dengan nilai investasi mencapai Rp 5,58 triliun ang meningkat 43 persen dibandingkan dengan nilai investasi pada tahun 2017 sebesar Rp 3,89 triliun. 

Menurut Sri Purnomo, PMDN pada tahun 2018 menyerap 16.569 orang tenaga kerja dan meningkat sebesar 13,13 persen dibandingkan tahun 2017 sebanyak 14.646 orang tenaga kerja.

Melalui Forum Komunikasi Investasi Perusahaan itu, Sri Purnomo berharap dapat meningkatkan komunikasi antara pemerintah dan pelaku usaha serta fasilitasi penyelesaian permasalahan yang dihadapi oleh pelaku usaha. 

Bupati Sleman juga mengajak para pelaku usaha untuk semakin mengenal potensi di Sleman yang masih belum tergali secara optimal. “Dengan harapan potensi itu memperoleh kesempatan untuk berkembang,” kata Sri Purnomo. 

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perijinan Terpadu (DPMPPT) Kabupaten Sleman Sutadi Gunarto melalui Sekretaris Dinas DPMPPT Triana Wahyuningsih menyampaikan bahwa investasi mempunyai peranan sangat strategis bagi upaya peningkatan perekonomian daerah.

Melalui kegiatan investasi akan dihasilkan produk barang dan jasa serta tersedianya lapangan kerja. Selain itu, juga membawa dampak pada alih teknologi, ketrampilan manajemen dan nilai tambah ekonomis bagi daerah. “Sekaligus meningkatkan income perkapita masyarakat,” jelas Sutadi.

Forum komunikasi itu untuk memfasilitasi Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) agar dapat menyampaikan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) secara online. 

“Dan pelaku usaha juga diharapkan mengetahui arah dan kebijakan penanaman modal Kabupaten Sleman,” terang Sutadi.

Dalam forum ini, pelaku usaha diharapkan mengetahui bagaimana melengkapi salah satu pemenuhan komitmen permohonan izin usaha melalui Layanan Perizinan Berusaha Terintegrasi Secara Elektronik (OSS) yaitu Sertifikat Laik Fungsi (LSF). (Affan)