SMB IV dan Pemkot Sepakat Realisasikan Palembang Ulu Melayu

Palembang, jurnalsumatra.com – Sekretaris Daerah (Sekda) kota Palembang Drs Ratu Dewa Msi melakukan kunjungan ke Istana Adat Kesultanan Palembang Darussalam yang berada di Jalan Sultan Muhammad Mansyur, Palembang, Senin, (10/8/2020).

Kedatangan Ratu Dewa disambut oleh  Sultan Mahmud Badaruddin (SMB)  IV Jaya Wikrama R.M.Fauwaz Diradja,S.H.M.Kn didampingi sejumlah pangeran, perwakilan dari Dinas Kebudayaan kota Palembang Isnayanti dan Mutaqin,  Ketua AGSI Provinsi Sumsel, Merry Hamraeny, S.Pd, M.M, Ersan Benyamin alias Ican selaku Ketua Komunitas Jeep Pariwisata Palembang (KJPP), Vebri Al Lintani selaku Direktur Kobar 9 dan Isnayanti, anggota Kobar 9, sejarawan Sumsel Kemas Ari Panji.

Ratu Dewa mengaku kunjungan ini terinspirasi dari liputan media mengenai kondisi Museum Dr AK Gani yang memprihatinan.

“ Kepedulian kepada para pahlawan nasional DR AK Gani, bermula dari sana, ada perhatian khusus dari Pemerintah Kota Palembang terhadap pahlawan-pahlawan nasional yang berkiprah di Palembang  yaitu Dr AK Gani dan Sultan Mahmud Badaruddin II, silsilahnya jelas tadi, saya ingin ada gambaran utuh , makanya saya kesini sebagai rangkaian  dari AK Gani kemarin, makanya ketemu  Sultan Mahmud Badaruddin IV yang merupakan zuriat dari Sultan Mahmud Badaruddin II,” katanya.

Dalam pertemuan tersebut, mantan Sekretaris KPU Palembang ini mengaku mendapatkan informasi mengenai pahlawan SMB II yang sudah melalui seminar, kajian secara komferhensif .

“ Kita sebagai generasi muda ingin mengenang jasa para pahlawan ini, ini lho perjuangan pendahulu  kita, jangan sampai kita lupa di momentum 17 Agustus , saya mengajak semua pihak untuk tidak melupakan  jasa pahlawan,” katanya.

Dewa meminta progres dari Dinas Kebudayaan kota Palembang agar pertemuan ini hanya sekadar konsep dan pertemuan saja, harus ada progres dan tindaklanjut seperti untuk menghidupkan  pakaian adat Palembang.

“ Setiap bulannya ASN memakai baju adat Palembang, saya ingin ini diimplementasikan , jangan sekadar di atas kertas, kalau tidak pakai harus ada hukuman, ada sangsi,” katanya.

Mengenai usulan SMB IV dimana jalan-jalan di kota Palembang  di buat huruf Arab Melayu yang mencerminkan  Darussalam termasuk tarian sambut Palembang.

“ Maka minggu ini saya minta dari  Dinas Kebudayaan pak Mutaqin harus ada progres, harus ada tindaklanjut kalau tidak ada progres , Minggu depan tidak ada lagi, makanya dari sini dalam seminggu harus ada progres tahun depan atau di APBD-P  point-point apa yang harus dianggarkan harus dikasih tahu sekda, diingatkan sekdanya,” katanya.

Sultan Mahmud Badaruddin (SMB)  IV Jaya Wikrama R.M.Fauwaz Diradja,S.H.M.Kn menginginkan ketika orang masuk Palembang ada aura kota Palembang mungkin salah satunya dengan ciri khas  apa yang harus diadakan seperti membuat tulisan Arab Melayu di jalan-jalan Palembang dan tanda-tanda di pemerintahan kota.

“ Kalau dengan pakaiannya bercirikan  Melayu –Palembang karena Palembang ini kita kenal  sebagai Ulu Melayu , bahkan  kita ada Bukit Seguntang dimana Ulu Melayu dari kota Palembang, jadi kalau seluruh nusantara dan negara Asia Tenggara menganggap Palembang sebagai kota ibu mereka karena ada Bukit Seguntang yang merupakan asal usul dari Parameswara, jadi mereka menganggap Palembang ini kota bertuah,” katanya.

Termasuk  menurutnya ada lagu-lagu bercirikan khas Palembang,” Kalau bisa begitu masuk di Bandara Palembang ada lagu dari semua kabupaten kota , jangan lagu Gending lagi, bagaimana supaya lagu-lagu daerah bisa naik,” katanya.

Selama ini menurut pria yang berprofesi sebagai notaris ini, pihaknya sudah banyak berbuat untuk Palembang dan generasi Palembang agar tidak lupa dengan sejarah masa lalu Palembang dengan membuat dua kamus Bahasa Palembang.

“ Tapi bagusnya seperti disarankan tadi ada muatan lokal   Bahasa Palembang atau muatan lokal mengenai Palembang, jadi disitu ada bepantunnya, ada ceritanya, ada bahasa kosa katanya, ada lagu-lagu Palembang, kalau bisa pemerintah kedepannya ada muatan lokal seperti disarankan asosiasi Guru sejarah tadi ibu Merry ada muatan lokal mengenai kota Palembang,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Sekda Palembang Drs Ratu Dewa sempat melihat Al Quran tinta emas yang berumur ratusan tahun dan sejumlah naskah dan manuskrip kuno dari Kesultanan Palembang termasuk  tabel silsilah keturunan SMB II hingga ke SMB IV saat ini berdasarkan transkrip kuno yang masih dimiliki SMB IV hingga saat ini.

Selain itu Sekda juga mencicipi minuman khas orang Palembang tempo dulu Secang dan makanan khas Palembang lainnya.

Dalam kesempatan itu juga SMB IB menghadiahkan buku Hikayat Palembang kepada Ratu Dewa.

Hikayat Palembang sebuah buku yang dapat memperkaya kajian-kajian sejarah dan peradaban Melayu-Palembang.

Buku alih aksara yang dicetak dengan dua Aksara yang berbeda (Aksara Jawi dan Aksara Latin).

Dalam Naskah Hikayat Palembang ini banyak hal yang menarik untuk dipelajari kembali. Hal ini akan membuka banyak informasi tentang situasi sosial politik, peradaban Melayu dan sejarah Palembang.

Naskah Hikayat Palembang” yang merupakan khazanah dan kekayaan intelektual Kesultanan Palembang Darussalam.(udy)