SNV Indonesia Gandeng Lampungnese Gelar “Senitasi”

     Bandarlampung, jurnalsumatra.com – Sebuah lembaga non-profit, Stichting Nederlandse Vrijwilligers (SNV) Indonesia menggandeng Lampungnese yang merupakan sebuah jaringan media anak muda di Lampung untuk mengadakan kegiatan “Senitasi” (Sanitasi melalui Seni).
“Senitasi diartikan, bicara sanitasi melalui seni. Acara tersebut diharapkan dapat menarik perhatian dan meningkatkan kepedulian anak muda Lampung terhadap sanitasi aman di kota dan lingkungannya sendiri,” kata Penasihat Voice for Change Partnership (V4CP), SNV Indonesia, Bambang Pujiatmoko, di Bandarlampung, Kamis.
Ia menjelaskan, penyelenggaraan Senitasi berlangsung di Gudang Rupa F&B, Bandarlampung, pada 14 September 2018 dengan mengangkat tema “Sanitasi Aman Tanggung Jawab Bersama”.
Menurutnya, dalam kegiatan tersebut tiga anak muda Lampung, yaitu musisi Virdyas Eka Diniputri yang lebih dikenal dengan nama Holaspica, penulis Galih Aditya dan fotografer Intan Pradina akan berbicara mengenai kondisi sanitasi di Provinsi Lampung melalui cabang seninya masing-masing.

Ia menjelaskan, Virdyas akan membawakan lagunya berjudul Laut dan Sungai, yang merupakan ajakan untuk menjaga kebersihan air demi generasi selanjutnya.
Galih dengan cerpen berjudul “Sebentuk Jamban Untuk Kekasihku” yang menceritakan pertemuan dua insan yang menghasilkan kesadaran tentang pentingnya jamban bagi masa depan bersama.
Sementara Intan akan mengkomunikasikan kondisi sanitasi melalui foto-foto yang diambilnya saat turun langsung melakukan survei sanitasi di kota-kota di Provinsi Lampung.
Senitasi, menjadi bagian dari rangkaian “roadshow” sanitasi yang diselenggarakan SNV Indonesia untuk meningkatkan kesadaran anak muda terhadap sanitasi aman di Provinsi Lampung.
Kegiatan itu dimulai dari “Sanitation Goes To Campus”, di lima universitas di Provinsi Lampung, dilanjutkan dengan “Youth Sanition Camp” yang akan berlangsung pada 12-14 Oktober 2018 di Wira Garden, Bandarlampung.
Sebanyak 50 pemuda terpilih akan mengikuti kegiatan perkemahan dan mendapat pembelajaran soal sanitasi.
SNV merupakan lembaga pengembangan sosial bersifat internasional yang didirikan di Belanda pada 1965, sedangkan SNV Indonesia merupakan cabang SNV di Indonesia.(anjas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

three × four =