STEI Tazkia Jalin Kerjasama Dengan Bahrain Institute

London, jurnalsumatra.com – Bahrain Institute of Banking and Finance (BIBF), lembaga dibawah Central Bank of Bahrain, menjalin kerjasama dengan Sekolah Tinggi Ekonomi Islam (STEI) Tazkia, Bogor, Indonesia, di bidang perbankan dan keuangan.
Ketua STEI Tazkia, Murniati Mukhlisin kepada Antara London, Minggu mengatakan dirinya dan Direktur BIBF Ahmed A Hameed A Ghani A-Shaikh menandatangani memorandum kerjasama bertempat di Manama, Ibukota Bahrain, baru-baru ini.
BIBF menawarkan 400 lebih jenis sertifikasi dan program pelatihan untuk mahasiswa dan profesional yang fokus di lembaga perbankan dan keuangan.
Murniati Mukhlisin mengharapkan, setelah penandatangan kerjasama ini, BIBF dan Tazkia dapat menjalankan program yang sama di Manama, Bahrain dan Bogor, seperti halnya dengan University of Bangor dan University of London, UK, menawarkan program S1 dan S2.
Mahasiswa yang kuliah di kampus tersebut hanya membayar sekitar BD 12,000 selama tiga tahun studi bertempat di BIBF, Bahrain.
Hal ini cukup hemat dibandingkan  harus ke Inggris dengan biaya yang bisa mencapai lebih dari tiga kali lipat.
Setelah selesai studi, mahasiswa program ini akan dapat mengikuti wisuda di Inggris dan menerima ijazah dari kampus di Inggris.
Murniati mengatakan kerjasama dengan Bahrain sebagai negara Gulf Cooperation Council ini sangat strategis dimana keuangan syariah tumbuh pesat.
Menurut Global Islamic Finance Report (GIFR) 2018, Bahrain menduduki peringkat sepuluh besar bersama-sama dengan negara teluk lainnya seperti Saudi Arabia, UAE, Qatar dan Kuwait.
Dari peringkat ranking yang sama Indonesia menduduki posisi keenam tahun 2018 dengan jumlah aset senilai 81,8 juta dolar AS.
Dikatakan, dengan menambah wawasan global dan sertifikasi asal negara Teluk ini, alumni Tazkia dapat nantinya bersaing di level internasional.

Kebutuhan SDM perbankan dan keuangan syariah masih tumbuh sesuai dengan proyeksi aset keuangan syariah global yang saat ini berjumlah lebih dari 2,4 triliun dolar AS diharapkan tumbuh menjadi 3,8 triliun dolar AS pada tahun 2022.
First Secreta Economic Section/Head of Chancery KBRI Manama, Hardiyono Kurniawan menyaksikan penandatangan kerjasama tersebut mengatakan Bahrain adalah salah satu negara yang paling banyak mendukung perkembangan keuangan syariah.
Hal ini ditandai dengan didirikannya organisasi-organisasi arsitektur keuangan syariah seperti Accounting and Auditing Organization for Islamic Financial Institutions (AAOIFI), International Islamic Financial Market (IIFM), dan Council for Islamic Banks and Institutions (CIBAFI).
Acara penandatangan kerjasama tersebut juga disaksikan Sutan Emir Hidayat selaku Ketua Dewan Perwakilan Wilayah Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI) yang juga dosen di University College of Bahrain.
Emir yang sudah cukup lama di Bahrain ini akan berkhidmat di Tanah Air kendati baru saja dilantik menjadi Direktur Bidang Pendidikan dan Riset Keuangan Syariah – Komite Nasional Keuangan Syariah Republik Indonesia.
Selain itu juga  hadir Luqyan Tamanni dosen STEI Tazkia yang saat ini sedang menjadi dosen terbang di University of Bangor, UK dan BIBF, Alfatih Gessan Pananjung selaku Business Development Manager, Amal A. Talal Al Sorani Head of Marketing and Corporate Communication, dan Ahmad Asżad selaku Principal Lecturer Islamic Finance Centre, BIBF.(anjas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

13 − 6 =