Stop Kriminalisasi Notaris

Palembang, jurnalsumatra.com – Pengurus Daerah Kota Palembang Ikatan Notaris Indonesia (INI) menggelar Seminar dan Diskusi Keilmuan dengan tema “Perlindungan Notaris Dalam Menjalankan Profesi” di Hotel Aston, Selasa (20/2/2018). Acara tersebut dihadiri 150 peserta notaris yang berasal dari Sumsel, DKI Jakarta dan Jawa Timur.

Caketum IPPAT Periode 2018-2022 Serdonal mengatakan, seminar ini sangat bermanfaat bagi seluruh notaris dan aparat penegak hukum. Pasalnya, melalui forum ini dapat menyamakan persepsi.”Masyarakat harus tahu tugas notaris ini diberikan oleh negara. Dalam menjalankan jabatannya sebagai pejabat umum, berdasarkan Undang-Undang notaris melayani masyarakat untuk pembuatan akte autentik, yang dapat dijadikan sebagai alat bukti yang sempurna bagi masyarakat. Namun notaris wajib merahasiakan isi akte,” ujarnya.

Oleh sebab itu, lanjut Serdonal, notaris tidak bisa dipanggil sebagai saksi. Namum banyak yang melakukan kriminalisasi terhadap notaris. Padahal sebelum meminta keterangan dengan notaris, harus melalui Majelis Kehormatan wilayah.”Kalau sudah ada persetujuan Majelis Kehormatan baru bisa dilakukan pemanggilan. Tapi dalam proses penyelidikan, ada notaris yang ditetapkan tersangka. Padahal notaris ini sebenarnya adalah korban. Karena pihak yang minta pelayanan notaris ada yang sudah memiliki niat jahat untuk merugikan masyarakat,” katanya.

Oleh sebab itu, kata Serdonal, pihaknya memiliki langkah agar tidak terjadi kriminalisasi terhadap notaris yakni dengan meminta semua aparat penegak hukum untuk mentaati UU.”Kita minta seluruh notaris agar menjalankan tugasnya sesuai UU. Misalnya penandatangan harus jelas, sertifikat tanah harus dicek. Harapan kita notaris menjalankan tugasnya dengan tetap menjaga harkat dan martabat sebagai notaris. Jangan melanggar UU yang berlaku. Karena kalau melanggar maka akan dipertanggung jawabkan. Karena notaris tidak kebal hukum. Tapi notaris diperbolehkan memberikan keterangannya jika sudah melalui keputusan Dewan Kehormatan” tegasnya.

Sementara itu, Pengda Kota Palembang INI, Zulkifli menambahkan, dengan adanya seminar ini diharapkan notaris lebih profesional dalam menjalankan tugasnya. Oleh sebab itu, dalam seminar ini pihaknya mengundang TNI dan Polri. “Kedepan kita akan melakukan MOU dengan TNI dan Kepolisian,” ucapnya.

Ketika disinggung kriminalisasi terhadap notaris, Zulkifli mengungkapkan, di Palembang hal tersebut belum terjadi. “Kita berharap itu tidak terjadi. Tapi kalau sampai terjadi kita akan melakukan pendampingan,” tandasnya.

Untuk peserta seminar kata Zulkifli, berjumlah 150 peserta. “Mereka ada yang berasal dari Sumsel, DKI Jakarta dan Jatim,” bebernya.

Sementara itu, peserta seminar Vico mengungkapkan, melalui seminar ini dirinya mendapatkan ilmu dari narasumber. “Ilmu yang didapat di seminar ini dapat digunakan ketika akan membuka kantor. Sehingga kita tidak melakukan hal yang berkaitan dengan hukum yang membuat merusak citra notaris,” paparnya.

Dia menambahkan, akan membuka kantor di Pagar Alam. Pasalnya untuk di Palembang kuotanya sudah penuh. “Kalau disini sudah banyak. Jadi saya mau buka kantor di Pagar Alam, agar bisa mengabdi di daerah asal saya. Karena peluangnya juga cukup besar di daerah,” pungkasnya. (Yanti)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

5 × 5 =