Suka Duka Menjadi Anggota DPRD

Palembang, jurnalsumatra.com –   Suka Duka Anggota DPRD Dari Pengurus Ranting hingga Pimpinan Dewan  Melirik lebih dekat dengan sosok Pimpinan Dewan di DPRD Muara Enim  beliau adalah Hadiyono,.SH,  Wakil Ketua DPRD dari Fraksi Golkar sosok ini hidupnya di Dapil 3 sudah tidak asing lagi di mata masyarakat Belide hidupnya dengan sosok yg sederhana, dan murah senyum sudah menjadi kebiasaan sehari harinya  berbicara masalah.

Politik pun sudah tidak diragukan lagi beliau sangat di kenal di Dewan MuaraEnim kalau sudah perinsip berjuang, untuk rakyat sosok satu ini sangat keras dalam pendiriannya  disinggung tentang Perjalanan di Politik dia mengatakan “yg perinsip saya kalau berjuang jangan setengah-setengah,  dan kita harus punya cita-cita juga kita harus bermimpi sehingga apapun yg kita cita-citakan kalau kita serius dan ikhlas insyaallah terwujud berbicara masalah.

Organisasi saya dulu Mulai masuk Di Golkar Tahun 90-an,  dan itu saya pengurus yg terkecil di Golkar yaitu Ketua Ranting di Desa dan sejalan dengan waktu Tahun 2008, saya di percaya oleh Pimpinan Golkar untuk menjadi Ketua Partai Golkar di Kecamatan masih saya belum berpikir untuk jadi Seorang anggota Dewan, namun di era Pemilihan sudah melaksanakan sistem pemilihan suara terbanyak Tahun 2009,  saya memberanikan diri untuk caleg dan syukur alhamdulilah saya terpilih pada periode 2009 2014.

Sampai saya melangkah lebih kedepan saya menjadi Pengurus DPD Golkar kabupaten sampai sekarang sebagai wakil ketua di tahun 2014,  saya terpilih kembali untuk yg ke 2 periode dan 2019 alhamdulilah saya terpilih untuk yg ke 3 periode, nah berbicara tentang aturan untuk menjadi salah satu pimpinan Dewan kita harus dapat suara terbanyak di Partai kita bersyukur di periode 2019 ini,  saya mendapat suara terbanyak untuk suara peribadi 4000 lebih suara alhamdulilah saya dapat rekomendasi dari DPD ke DPP,  sehingga saya dapat menjadi salah satu pimpinan dewan sebagai wakil ketua Dewan jadi itulah yg saya katakan tadi kalau kita punya suatu tujuan harus dijalankan dengan serius, dan ikhlas berbicara suka duka menjadi anggota DPRD, memang banyak sekali ya sukanya kita sebagai anggota dewan terhormat namun, di masyarakat tidak buka kaca kita dikatakan sombong yg ironisnya lagi apabila ada usulan masyarakat tentang pembangunan.

Yang tidak masuk di Anggaran  kita di caci maki masyarakat dikatakan duduk saja tidur saja padahal kami dewan setiap akan menyusun anggaran  per-tahunnya kadang – kadang sampai ribut denganpihak exkutip dan kalau membahas anggaran sampai malam, nah ini masyarakat tidak tau kerja dewan malah kadang kami dewan kalau kami dinas luar dikatakan jalan jalan padahal kami dewan kalau dinas ke kementrian kami selalu minta dana dak dari pusat, untuk di berikan ke daerah juga kalau kami Study banding ke luar,  kami banyak sering dengan daerah lain dan bisa kita terapkan di kabupaten kita jadi itulah suka duka kita yg masyarakat tidak tahu”  kata Hadiyono,. SH.

Dengan telah dilantiknya kami dari unsur pimpinan kita mulai tancap gas seperti AKD,  yg belum terbentuk akan segera kita tuntaskan dan saya menghimbau kepada semua Dewan untuk kita tetap bersinergi dan selalu untuk bekerja dengan tulus dan ikhlas tentunya kita harus tetap kerja sama dengan pihak eksekutif untuk membangun  Muara Enim yg kita cintai tentunya baik pembangunan pisik maupun kesejahteraan masyarakat.(ali)