Sumber Air Baku PDAM Bengkayang Mengering Akibat Kemarau

Pontianak jurnalsumatra.com – Sumber air baku PDAM Bengkayang, Kalimantan Barat mulai mengering akibat kemarau panjang yang terjadi sudah hampir 3 bulan.

  “Meskipun sempat terjadi hujan namun tidak cukup mengisi intake bandungan air Madi bertambah. Saat ini, intake sumber air PDAM Bengkayang di Desa Tiga Berkat, Kecamatan Lumar, Kabupaten Bengkayang ini mengalami kekeringan atau penyusutan hingga satu meter dari kedalaman dan menyebabkan pasokan air ke konsumen terganggu atau tidak lancar,” kata Direktur PDAM Kabupaten Bengkayang, Barudin saat dihubungi di Bengakayang, Sabtu.

  Dengan penyusutan air tersebut selain melakukan bloking, pihaknya meminta masyarakat untuk melakukan penghematan penggunaan air, dan berharap agar musim kemarau segera berakhir di Kota Bengkayang.

  “Jadi kita bisa memahami jika air ada yang tidak mengalir di rumah warga karena memang air yang ada di PDAM air Madi jauh surut. Tolong menggunakan air sehemat mungkin, sehingga dapat berbagi dengan teman-teman yang lainnya,” kata Barudin.

  Barudin meminta agar pelanggan bisa memahami, kekeringan air bukan hanya terjadi di PDAM Bengkayang, tapi juga di seluruh Kalbar juga mengalami hal yang sama. Sementara untuk mengatasi kekurangan air, PDAM juga sudah melakukan over blok di malam hari ke rumah warga namun memang hal tersebut tidak maksimal juga untuk membantu karena tekanan air sangat berkurang.

  “Jika musim kemarau masih berlanjut maka pasokan air PDAM di Bengkayang bisa berhenti total karena terjadinya kekeringan dengan jumlah konsumen yang memanfaatkan air PDAM mencapai 6.821 pelanggan,” kata dia.

  Sementara itu, Anggota DPRD Kabupaten Bengkayang Nikolas meminta agar PDAM segera berupaya mengatasi krisis air bersih yang dialami masyarakat. Pantauan dia melalui akun media sosial facebook memang banyak konsumen yang mengeluh akibat air yang tak mengalir.

  “Sebagai masyarakat, dan wakil rakyat kita meminta agar pihak PDAM Kabupaten Bengkayang segera turun ke lapangan untuk mengecek langsung lokasi dan kondisi intake untuk mencari solusi. Air ini ya masalah bersama, kemarau juga faktor alam. Jadi kita juga sama-sama berharap agar hujan segera turun. Sehingga air dapat dinikmati masyarakat seperti semula nya,” ujar Nikolas, yang baru saja dilantik sebagai Anggota DPRD kabupaten Bengkayang periode 2019-2024, Senin lalu.(anjas)