Superme Energi Janji Selesaikan Lahan Warga

Lahat, Sumsel, jurnalsumatra.com – Pesetruan tanah warga yang diduga digusur dengan alat berat untuk pelebaran akses jalan PT Superme Energi Rantau Dedap, akhirnya menemukan titik terang.

“Alhamdulillah, sudah ada titik terang dari pihak perusahaan PT Superme Energi sendiri. Rencananya, dalam waktu dekat ini pihak perusahaan akan mengadakan pertemuan untuk koordinasi soal lahan tersebut, ” ungkap Saiful salah satu warga yang tanahnya digarap oleh PT Superme Energi, Selasa (7/8/2018).

Menurutnya, terkait persoal tanah yang menjadi akses jalan PT Superme Energi tersebut bukan hanya miliknya saja, juga beberapa wargapun kena imbas. Seperti, tanah milik Sahadi, Khairudin, Nipransyah, Mujiyono Yusuf, Hendrianto, Hendro, Nando, dan Darius.

Ditambahkan Saiful, dengan digelar pertemuan kedua antara warga dengan pihak PT. Superme Energi Rantau Dedap yang diwakili oleh PT. Rekind sebagai perusahaan Subkon yang mengerjakan bangunan akses jalan penghubung, merupakan bentuk keseriusan pihak perusahaan terhadap masyarakat.

“Ada empat Poin. Salah satunya, poin itu menerangkan lahan diluar jalan yang terlindas roda kendaraan bilamana ada tanaman yang rusak akan diganti atau mendapatkan konpensasi dari pihak perusahaan,” urai Saiful lagi.

Sempat sebelum ada kejelasan, kata Saiful, sebelum pertemuan kedua, dirinya bersama warga pemilik tanah lainnya mengadakan pematokan tanah mereka yang terlindas oleh alat berat untuk melebarkan tanah sebagai jalan tanpa seizin pemilik tanah yang sebelumnya memiliki lebar jalan tiga meter sebagai jalan irigasi.

“Selang waktu tak lama sekitar tanggal 18 bulan Juli 2018 lalu kami mengirim surat kepada PT. Superme Energi yang intinya tanah kami kena imbas limbah batu dan pasir serta debu dampak dari perbaikan dan pelebaran jalan serta penggusuran tanah tanpa izin,” tegasnya.

Lebih lanjut, Saiful mengatakan setelah surat dilayangkan, ada pertemuan pertama antara warga dan pihak perusahaan diteruskan langsung cek ke lokasi tanah hingga akhirnya pihak perusahaan menyodorkan formulir tuntutan masyarakat dan formulir tersebut kini telah diserahkan ke masyarakat.

“Nah, kami berharap pada pertemuan kedua ini yang dihadiri oleh pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Kota Agung secepatnya akan ada jawaban kembali dari pihak perusahaan untuk ganti rugi atas lahan kami yang terlindas alat berat untuk pelebaran jalan. Kalau tidak, kami akan kembali melakukan pematokan,” lugasnya.

Sementara Humas PT. Superme Energi, Gurilathan saat ditemui wartawan jurnalsumatra.com dikonfirmasi menegaskan, akan segera menyelesaikan persoalan yang ada. Termasuk lahan lahan warga lainnya yang terkena dampak dari pelebaran jalan tersebut.

“Bakal segera kita selesaikan soal lahan milik warga yang terkena dari pelebaran tersebut. Sekarang sudah kita data tanah milik siapa saja, dan akan segera kami selesai, ” kata Gurilathan. (Din

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 × 5 =