Supriadi Effendi Polisikan PT.BSP

Lahat, Sumsel, jurnalsumatra.com – Merasa sudah dirugikan serta telah melakukan penyerobotan dan pengrusakan lahan milik Supriadi Effendi warga desa Banjar Sari kecamatan Merapi Timur, Kabupaten Lahat, dirinya didampingi kuasa hukumnya melaporkan pihak PT BSP (Banjar Sari Pribumi) ke Polda Sumsel.

Atas kejadian tersebut korban (Supriadi-red) mengalami kerugian atas lahan 2,5 hektare dan tanaman karet yang siap panen sehingga mendesak pihak kepolisian untuk segera menindaklanjuti laporan yang ada.

jurnalsumatra,sumsel,lahat
Supriadi Effendi Polisikan PT.BSP

Angwarmasse,SH selaku Penasehat hukum Supriyasi mengatakan, dugaan Tindak Pidana Pengrusakan dan Penyerobotan Lahan yang dilakukan oleh PT. Banjarsari Pribumi pada hari kamis 26 oktober 2017 yang lalu kini Ditangani Pihak Kepolisian Negara Republik Indonesia. Karenanya, pihaknya berharap agar permasalahan ini tidak berlarut dan cepat ditangani guna menghindari hal yang tidak diinginkan.

“Saat ini pihak perusahaan belum juga diperiksa secara intensif, karenanya kami harap agar pihak kepolisian dapat segera membantu menyelesaiaan perkara yang ada agar kasus penyerobotan lahan cepat terselesaikan,” katanya Ahad (17/12/2017).

Menurutnya, laporan itu dilayangkan ke-Polda Sumatera Selatan No. STTLP/ 748/XI/2017/SPKT dan saat ini ditangani / dilimpahkan KePolres Lahat.

“Awalnya, klien saya telah berusaha menemui pihak perusahaan untuk mencari penyelesaian namun ternyata tidak ada itikad baik sehingga terpaksa kita serahkan permasalahan ini kepihak penyidik,” ungkapnya secara lugas.

Sementara itu Supriadi selaku pemilik Lahan menuturkan, kejadian ini sangatlah diluar dugaan kami, pasalnya tanah yang luasnya lebih kurang 2,5 hektar dan tanaman karet yang sedang masa produksi apalagi lahan tersebut sudah dikelola dari Puluhan tahun yang Lalu diserobot oleh Orang yang tidak bertanggung Jawab.

“Kami hanya menuntut Hak kami kembali, karena sudah dua kali mediasi tak pernah bertemu dengan kata sepakat antara kami pemilik Lahan dengan PT.Banjarsari Pribumi,” ucapnya.

Sementara itu, pihak PT BP dikonfirmasi tidak ada yang bersedia memberikan keterangan terkait masalah yang ada dan menyerahkan sepenuhnya kepada hukum yang berlaku.

“Nah, kami jugo idak tau dek, karena tidak mungkin kami beroperasi tanpa mengganti rugi lahan warga,”pungkas salah satu karyawan yang enggan disebut namanya. (Din)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

thirteen − eight =