Tahanan Lapas Mata Merah Tewas Dipukul Petugas Lapas

Palembang, jurnalsumatra.com – Pada 14 Maret lalu ada tahanan atau warga binaan Lapas Mata Merah bernama Bisin Azhari  dipukuli petugas lapas bernama Joni Saputra. Akibat pemukulan itu, Bisin Azhari meninggal dunia di RSMH, Selasa (20/3/2018) malam.

Kepala Kanwil Menkumham Sudirman D Hurry mengatakan, Petugas lapas yang melakukan pemukulan bernama Joni Saputra.  Setelah dipukul, Bisin tidak sadar dibawa ke klinik di Lapas. Nah pada 17   Maret, Bisin dipindahkan ke RSMH. Setelah dirawat 5 hari di RSMH dalam keadaan tidak sadar, Bisin meninggal dunia. “Berdasarkan informasi yang didapat, Bisin dipukul kepala dan kaki. Tapi kalau tidak pakai alat seperti kayu tidak mungkin langsung pingsan dan tidak sadar hingga dirawat di RSMH, dan tadi malam meninggal dunia,” kata Sudirman diruang kerjanya, Rabu (21/3/2018)

Sudirman menjelaskan, dirinya sudah perintahkan Kepala Lapas Mata Merah untuk melakukan investigasi mendalam. Selain itu, pihaknya juga membentuk tim khusus. “Semalam  Basin meninggal. Saya usut tuntas. Saya tidak akan melindungi petugas Lapas yang bersalah. Apalagi melakukan tindak kriminal membunuh warga binaan,” tegasnya.

Oleh sebab itu, lanjut Sudirman, pihaknya memerintahkan pemberhentian sementara kepada petugas Lapas bernama Joni Saputra. “Saya perintahkan pemberhentian sementara. Setelah putusan inkrah maka yang bersangkutan akan diberhentikan,” bebernya.

Sudirman menambahkan, Bisin adalah tahanan dengan kasus narkoba dengan vonis 10 tahun. Namun baru  4 tahun di dalam Lapas Mata Merah, Bisin meninggal karena dipukul petugas lapas.

“Modusnya kalau cuma tersinggung, karena Bisin mengatakan Joni punya utang itu tidak mungkin. Pasti ada modus lain dibalik pemukulan yang berakibat meninggalnya tahanan tersebut. Besok saya kesana, Kepala Lapas akan saya mintai keterangan, bukan petugas saja,” paparnya.

Sudirman menuturkan, meninggalnya Bisin pasti ini disiksa karena ada permasalahan serius. Kalau tidak dipukul pakai kayu,  tidak mungkin dari hasil Ronsen kepala Bisin retak.

“Tidak boleh main-main petugas. Karena tugas petugas lapas adalah melakukan Pembinaan yang benar, sehingga warga binaan menyadari perbuatan mereka, ini konsepnya. Tahanan bukan disiksa, bukan dipukul. Bagaimana warga binaan mau baik, kalau petugas main siksa.Seharusnya warga binaan lapas  diberi kesadaran dari aspek agama. Mereka sadar mereka keliru. Kalau main pukul. Tidak ada kompromi, bahkan saya mendukung pihak keluarga Bisin untuk melaporkan kejadian pemukulan ini pihak berwajib, agar petugas kita tidak main-main dengan hukum. Tidak ada petugas Lapas yang kebal hukum,” pungkasnya. (Yanti)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

15 + 7 =