Tak Tahan 6 Tahun Diperkosa Ayah Tiri, Akhirnya Lapor Kepolisi

KAYUAGUNG, JURNALSUMATRA.COM – Mihardi alias Mi’ong (55), begitu tega menyetubuhi anak tirinya sendiri berulang kali, bahkan perbuatan bejat ini berlangsung hingga 6 tahun lamanya.

Warga Dusun Rimba Nanjung Desa Cengal, Kecamatan Cengal, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) ini saat melampiaskan nafsu bejatnya sambil mengancam korban menggunakan senjata api rakitan.

Karena tak tahan lagi menerima perlakuan bejat sang ayah tiri, Korban sebut saja bunga (16) akhirnya memilih pergi dari rumah dan tinggal ditempat neneknya. Kepada nenek, Bunga pun menceritakan apa yang dialami selama ini.

Mendengar cerita cucunya, Nenek korban, Nilawati (60) yang juga warga dusun Rimba Nanjung Desa Cengal Kecamatan Cengal OKI, melaporkan hal tersebut ke polsek cengal dengan LP/B – / VI / 2019/Sumsel/ Res OKI/Sek Cengal tanggal 22 Juni 2019.

Setelah menerima laporan, Anggota Polsek Cengal langsung melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut. Dan sekira pukul 22.00 WIB, Kapolsek Cengal Iptu Eko Suseno bersama anggotanya menangkap pelaku dirumahnya.

Kapolres OKI AKBP Donni Eka Syaputra didampingi Kapolsek Cengal Iptu Eko Suseno melalui Paur Subbag Humas Polres OKI Ipda M Nizar saat dikonfirmasi, Minggu (23/6/2019) membenarkan bahwa Pelakunya sudah tertangkap.

“Tadi malam, saat ditangkap pelaku tidak melakukan perlawanan. Ketika kapolsek Cengal Iptu Eko Suseno dan anggotanya lakukan penggeledahan ditemukan 1 pucuk senjata api rakitan laras pendek berikut sebutir amunisi didalam lemari dirumah pelaku,”ungkapnya

Katanya lagi, Dan pelaku mengakui bahwa senjata api tersebut adalah benar miliknya dan hanya digunakan pelaku untuk jaga jaga, selanjutnya pelaku dibawa ke Mapolsek cengal untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

“TKPnya di Dusun Rimba Nanjung Desa Cengal Kecamatan Cengal OKI. Selain 1 pucuk senpira berikut 1 butir amunisi, diamankan juga barang bukti 1 buah Bra atau BH warna coklat dan 1 helai celana dalam perempuan warna biru bertuliskan Payah,”ujarnya.

Menurut keterangan Korban, Masih katanya, Seingat korban bahwa sejak dirinya berusia 10 Tahun atau duduk di kelas 5 SD tepatnya pada tahun 2013, Namun korban lupa pada tanggal dan bulan berapa, dirinya telah dipaksa untuk berhubungan intim dengan pelaku yang merupakan ayah tirinya.

“Korban mengingat pertama kali dirinya disetubuhi oleh pelaku, ketika dirinya sedang tidur diruang tengah atau didepan TV, korban terbangun bahwa celananya telah dilepas oleh pelaku. Selanjutnya pelaku langsung masuk kedalam kamar, serta saat itu korban mengalami sakit pada alat kelaminnya.

Dan yang kedua, Lanjutnya, Ketika korban sedang bermain handphone dikamar, tiba – tiba pelaku masuk kedalam kamar korban dan langsung mencekik korban dan kemudian pelaku langsung melepaskan semua pakaian korban hingga korban telanjang.

“Pelaku juga langsung memasukan alat kelaminnya kepada korban secara terus menerus hingga mengeluarkan cairan. Dan persetubuhan sering dilakukan oleh pelaku terhadap korban ketika ada kesempatan yaitu saat ibu korban sedang menyadap karet dikebun,”ungkapnya.

Korban menjelaskan bahwa pelaku rata – rata menyetubuhinya sebanyak 2 kali dalam seminggu dan apabila memungkinkan maka korban disetubuhi pelaku setiap hari. lanjutnya lagi, Pada saat bersetubuh dengan korban pelaku selalu mengancam korban dengan perkataan akan membunuh korban dan ibunya sambil menodongkan senjata api kepada korban.

“Akibatnya korban merasa takut untuk melaporkan hal tersebut kepada orang lain. Dan pada akhir bulan april 2019 korban kembali disetubuhi oleh pelaku dengan cara yang sama seperti sebelumnya, Korban akhirnya memilih untuk pergi dari rumah dan tinggal ditempat neneknya,”jelasnya.

Dan korban menceritakan apa yang dialaminya selama kurun waktu 6 tahun belakangan kepada neneknya bahwa dirinya telah disetubuhi oleh pelaku, Tambahnya, Mendengar cerita tersebut nenek korban yang bernama Nilawati melaporkan hal tersebut ke polsek cengal.(ata)