Tambang Emas Martabe Edukasi Mahasiswa Sumut

     Medan, jurnalsumatra.com – PT Agincourt Resources,  pengelola Tambang Emas Martabe kembali menggelar E-Coaching Jam atau ECJ untuk meningkatkan pengetahuan mahasiswa di Sumatera Utara.
“ECJ yang digelar pada PRSU (Pekan Raya Sumatera Utara) itu dilakukan tiga sesi, ” ujar Senior Manager Corporate Communications PT Agincourt Resources, Katarina Siburian Hardono di Medan, Minggu.
Tiga topik itu tentang Pentingnya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Dalam Dunia Pertambangan, Pengelolaan Lingkungan di Tambang Emas Martabe dan “Mengolah Batu Menjadi Bullion.
Dia menjelaskan, ECJ merupakan wadah komunikasi yang memungkinkan para mahasiswa dari berbagai jurusan terutama yang berhubungan dengan dunia pertambangan dari berbagai universitas untuk mendapatkan bimbingan.
Bimbingan berupa pengetahuan akademis dan pengalaman dari para praktisi dunia pertambangan di Tambang Emas Martabe itu diharapkan membuat mahasiswa semakin memahami sektor pertambangan.
Pemahaman tentang pertambangan dinilai perlu karena sektor itu termasuk salah satu potensi bisnis yang ada di Sumut.
Katarina Siburian Hardono menyebutkan,  ECJ merupakan salah satu kegiatan unggulan Tambang Emas Martabe yang membuka “booth” di PRSU 2018.

“Dalam program EJC, mahasiswa pertambangan dapat menggali sebanyak-banyaknya informasi dan keahlian praktis di dunia kerja langsung dari para ahli dari Tambang Emas Martabe,” katanya.
Dia menegaskan, informasi yang diberikan bukan hanya pengetahuan teknis soal pertambangan, tetapi juga tentang pengetahuan K3 di pertambangan.
Katerina menegaskan, tanpa implementasi K3 yang baik, tidak akan mungkin sebuah perusahaan pertambangan beroperasi dengan maksimal.
Menurut dia,  Tambang Emas Martabe terus menerapkan operasional pertambangan berkelas dunia, termasuk untuk aspek K3.
Kinerja keselamatan Tambang Emas Martabe telah mendapatkan skor audit 91 persen  terhadap Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan (SMKP) Minerba yang merupakan standar pemerintah.
Skor audit tersebut juga setara dengan peringkat “Emas”.
Dia menjelaskan,  ECJ pertama kalinya digelar oleh Tambang Emas Martabe pada 2014 dan sudah ketiga kalinya di PRSU 2018.
“Hingga saat ini sudah 1.500 mahasiswa dari berbagai universitas di Indonesia yang mendapatkan manfaat dari ECJ ” katanya.
Untuk semakin menyebarluaskan informasi tentang pertambangan, Martabe juga akan mengundang pakar kesehatan untuk berdiskusi mengenai  pencegahan difteria dan kanker serviks.
Kedua sesi tersebut akan dilakukan pada Rabu, 11 April 2018 bersamaan dengan acara Malam Kebudayaan Tapanuli Selatan di PRSU itu.
“Tambang Emas Martabe berkomitmen untuk peduli lingkungan/masyarakat khususnya di lingkar tambang, Taoanuli Selatan, Sumut,”” ujar Katarina.(anjas)

Leave a Reply