Teater Wong Gerot Gelar Parade Monolog

Palembang, jurnalsumatra.com – Teater Wong Gerot menggelar Parade Monolog di ruang Multi Purpose RRI. Acara ini rangkaian merupakan rangakaian dalam menyambut hari teater sedunia pada 18 Maret mendatang.

Panitia Dolah mengatakan, kegiatan ini edisi perdana  dan akan disiapkan edisi berikutnya. Parade monolog kali ini menampilkan 6 monolog dan 3 musik. Enam molog yang ditampilkan adalah Tachmadina Permata Putri dengan judul Kenang-Kenangan Seorang Wanita Pemalu

Karya WS Rendra, selanjutnya Vicky Cahya Ramadhan dengan judul monolog Sepertiga Malam Karya Salim Putra Aldiamu. Kemudian penapilan Salwa Pratiwi (Ewa) dengan monolog berjudul

Hati Yang Meracau karya Edgar Allan Poe, penampilan Gelang Teater Tenun dengan monolog berjudul Jangan B.A.B

Karya Iyank Blue, penampilan pak Arfani dengan monolog berjudul Malam dan Mimpinya Karya Samuel Beckett serta terakhir penampilan Mas Inug Dongeng

dengan monolog berjudul Hp karya Putu Wijaya. “Untuk 3 musik menampilkan embus musi (komunitas biola) , Ruang bebas biola, dan candei banaspati (musik etnik besemah),” ujarnya.

Dolah mengungkapkan, dipilihnya monolog karena monolog juga bagian bentuk akting yang banyak siswa dan siswi belum kenal. Padahal mereka ikut eskul teater disekolah atau kelompok teater di Kota Palembang. “Kegiatan ini murni dari dana swadaya anggota serta dari hasil ngamen, pentas dari panggung ke panggung dikumpulkan buat acara pentas gerot anggon parade monolog edisi ke1 tahun 2018. Penonton yan datang mencapai target 100 orang,” bebernya.

Menurutnya, keunikan teater ini tidak ada ketua dan struktur organisasi ini. “Teater project kami singkat. Setelah produksi kami reject atau kami bubarkan dan kumpul lagi ketika ada program,” pungkasnya. (Yanti)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

two × four =