Tempat Ibadah Bukan Untuk Kepentingan Kampanye

Muba, jurnalsumatra.com – Pemuka agama, jajaran Polri beserta TNI dan Umaro di Kabupetan Musi Banyuasin (Muba) berkomitmen untuk memasang spanduk berisi sikap agar tidak berkampanye ditempat-tempat ibadah demi mewujudkan pemilu 2019 yang aman, damai dan sejuk.

Sementara spanduk yang dipasang dan berbunyi “Pada pemilu 2019, kami para pemuka agama dan umaro kabupaten Muba menolak tempat ibadah digunakan untuk kepentingan kampanye, issue hoax, sara dan radikalisme” itu untuk pencegahan issu hoax, sara dan  radikalisme di masjid sehingga perpecahan antar umat beragama tidak terjadi.

Hal ini mengajak semua warga kabupaten Muba untuk tidak menodai proses demokrasi Indonesia dengan cara-cara kampanye yang tidak sehat atau dapat memecah belah bangsa yang kerap dilakukan orang dikesempatan tempat ibadah.

Dalam kesempatan itu, Kapolres Muba AKBP Andes Purwanti, S.E.,M.M menjelaskan, kalau tempat ibadah hanya untuk beribadah dan hanya untuk kegiatan keagamaan, dilarang keras untuk penyebaran hoak serta isu sara sehingga kerukunan antar umat beragama tercipta.

Kapolres juga menambahkan, bahwa Polri sepakat dengan Banwaslu, ini sifat mencegah, mungkin bagi yang menyampaikan khotbah belum tahu aturannya, itu diatur dalam undang-undang, Tuturnya. (Rafik Elyas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

8 + twelve =