Terinspirasi di Youtube, Karmono Tewas Tertimbun Tanah

KAYUAGUNG, JURNALSUMATRA.COM – Diduga karena terinspirasi dari youtube tentang membuat rumah rumahan dengan cara menggali tanah, Marno alias Bagong (48) yang mencoba meniru ditemukan tewas karena tertimbun longsong.


Karmono alias Bagong (48) yang tercatat sebagai warga Dusun V Desa Mukti Karya Kecamatan Mesuji Makmur Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) Provinsi Sumatera Selatan ini, ditemukan tewas tertimbun tanah galian di dalam lubang yang digalinya sendiri, Kamis (18/10/2018) malam.


Kapolres OKI AKBP Donni Eka Syaputra melalui Kapolsek Mesuji Makmur IPTU Agus saat dikonfirmasi mengatakan, korban Karmono alias Bagong ini sedikit terganggu kejiwaannya. Dan tempat ia ditemukan tertimbun tanah tersebut, adalah lubang yang digalinya sendiri.


“Korban terganggu kejiwaannya, jadi gali lubang untuk dijadikan rumah – rumahan di dalam tanah. Bawa tikar lalu tidur disana. Mungkin karena tanahnya longsor, lalu tertimbun dan meninggal dunia,” ungkap Kapolsek seraya menambahkan, mungkin korban terinspirasi dari YouTube, kan ada tuh orang yang buat rumah – rumahan di dalam tanah. 


Sebelumnya, karena pria kelahiran Boyolali itu tak kunjung pulang, Selasa (15/10/2019). Siti Mardiyah (43) yang merupakan istri korban dan anaknya Andi (22), melakukan pencarian ke rumah teman korban, tetapi korban tidak ada. Lalu keduanya mendatangi Mbah Jaher, seorang paranormal, untuk meminta tolong mencari keberadaan suaminya.


Saat dimintai pertolongan, kepada Siti. Mbah Jaher berkata, ‘suami mu pergi ke arah utara tidak jauh dari rumah ibu. Mau pulang tidak bisa tertutup cahaya gelap’.


Usai perkataan tersebut diucapkan, lalu sang paranormal memberikan segelas minuman agar diminum Siti sebelum ia dan anaknya pulang ke rumah mereka di Dusun V Desa Mukti Karya Mesuji Makmur OKI.
Setibanya di rumah, Siti bersama anaknya memberi makan bebek peliharaan mereka yang berada disamping tempat galian. Tanpa sengaja mencium bau bangkai (bau busuk -red). Karena penasaran, anaknya pun turun ke galian itu, lalu menarik tikar yang tertimbun tanah.


Saat tikar ditarik, bau busuk kian menyengat keluar dari timbunan tanah yang ia ketahui bekas galian korban Karmono, ayahnya.
Mendapati itu, anak korban segera minta pertolongan warga sekitar. Setelah digali oleh warga, di timbunan tanah berbau busuk, terdapat tangan korban Karmono yang telah meninggal dunia.


Usai digali sepenuhnya, jenazah korban Karmono pun diangkat warga Desa Mukti Karya untuk dilakukan pemeriksaan oleh tim medis Puskesmas Catur Tunggal. Setelah itu, jenazah korban diserahkan kepada istri dan keluarganya, kemudian dimakamkan di Desa Mukti Karya, Jumat (18/10/2019). (ata)