Terkait Dugaan Pungli, GPAB Gelar Aksi

INDRALAYA, jurnalsumatra.com- Gabungan Penggerak Anak Bangsa (GPAB) Menggelar Aksi Unjuk Rasa di depan Kantor Bupati Kabupaten Ogan Ilir (OI), Kamis (15/2/2018).

Aksi tersebut digelar dikarenakan Adanya dugaan pungutan liar (pungli) pengangkatan Kepala Sekolah di Kabupaten OI, serta belum dibayarnya tunjangan perangkat desa selama 9 bulan.

Nur Alfath selaku koordinator lapangan mengatakan, berdasarkan hasil Investigasi Ormas GPAB pihaknya menemukan adanya dugaan pungutan liar yang dilakukan oleh beberapa OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir.

Untuk itu pihaknya menuntut kepada Bupati Ogan Ilir HM.Ilyas Panji Alam agar segera melakukan evaluasi terhadap kinerja Kepala Badan Kepegawaian Diklat Daerah (BKD) Ogan Ilir, yang diduga melakukan pungutan liar (Pungli) kepada 300 Kepala SD dan SMP sebesar Rp20 juta-Rp30 juta pada pelantikan Januari lalu.

”Kami minta Bupati memanggil Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan AsetDaerah (BPKAD) Ogan Ilir, Sofiah Yuhanis atas dugaan pungli pada proses pemulusan pencairan uang proyek sebesar 1-1,5 persen pada setiap kontraktor. Kami juga meminta Bupati HM. Ilyas Panji Alam membayar tunjangan Kades, BPD dan perangkat desa selama 9 bulan,” Katanya.

Menanggapi hal itu Sekretaris Daerah (Sekda) OI, Herman mengapresiasi penyampaian aspirasi yang dilakukan tersebut dan akan segera disampaikan kepada Bupati untuk ditindak lanjuti.

‚ÄúTerkait dugaan pungli di BKD kami akan turunkan tim inkrah untuk melakukan penyelidikan, saya minta Inspektorat segera melakukan analisa terhadap dugaan pungli di BKD ini, terkait masalah tunjangan perangkat desa sesegera mungkin dibayarkan melalui keuangan daerah,” Imbuhnya. (Edi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

twelve + 7 =