Terminal Muarasiban Mati Suri

Lahat, Sumsel, jurnalsumatra.com – Terminal Transportasi tipe C yang berada didesa Muara Siban Kecamatan kota Lahat yang tidak beroperasi memberi dampak negative alias sudah mati suri. Pasalnya, terminal bayangan yang mengangkut penumpang dari arah, Pagun, Kota Agung, Tanjung Tebat, Mulak Ulu dan Semendo kina menjamur.

Dilapangan terpantau oleh wartawan Online Jurnalsumatra.com tranportasi angkutan desa dari arah Pagar Alam tidak berlabuh di terminal muara siban, melainkan mereka memarkirkan mobilnya di kelurahan pasar baru depan masjid Raya Muhammadiyah Lahat sehingga menyebabkan kemacetan dijalan raya. Hal tersebut, sudah berlangsung beberapa tahun belakangan dan tidak ada tindakan yang diambil oleh pihak Dishub Kabupaten Lahat.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Lahat Eduar Kohar, SE di dampingi oleh Mukhlis Kabid Lalulintas dinas Perhubungan mengatakan, bahwa terminal Muara Siban untuk transportasi dari kecamatan Pagar Gunung, Tanjung tebat, Kota Agung, Mulak Ulu dan Semendo tidak akan di fungsikan lagi dengan alasan jarak antara terminal dengan kota terlalu jauh, sehingga transportasi angkutan desa tersebut banyak yang memarkirkan kendaraanya di depan Masjid Raya Muhammadiyah dan samping pasar lematang.

“Kita sudah berulang kali melakukan penertiban namun kenyataan dilapangan masih saja banyak awak angkutan yang parkir sembarangan dengan alasan sepi penumpang,” jelas Mukhlis Jum’at (27/10/2017).

Lebih jauh, dibincangi wartawan Mukhlis menambahkan, terminal Muara Siban sebelumnya dibangun untuk menjadi lokasi angkut penumpang namun dilapangan ternyata warga juga enggan untuk naik mobul dari terminal Muara Siban karena harus menambah ongkos ojek.

“Inilah faktanya, jadi bukan kami tidak berdaya namun masyarakatlah yang lebih memilih sehingga terminal bayangan menjamur seperti saat ini,” ucapnya dengan nada santai.

Mardi (37) salah satu sopir angkutan menuturkan, banyak keuntungan yang didapat jika tidak masuk terminal karena selain beban parkir, sudah memiliki jadwal keberangkatan sendiri namun jika masuk terminal maka sebaliknya.

“Jelas, cukup menguntungkan bagi kami sopir. Maklumlah dek jauh nian kalu nak keTerminal masuk Muara Siban jadi enaklah cak ini. Tapi, kota menjadi sedikit sembraut,” ungkap Mardi lagi. (Din)

Leave a Reply