Tidak Ada Dana Sidak Pasar Ditiadakan

Lahat, Sumsel, jurnalsumatra.com – Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Lahat, sangat menyesalkan dan menyayangkan, dikarenakan tidak ada Anggaran di Pemerintahan Daerah (Pemda) Kabupaten Lahat, tidak melakukan Sidak dipasar pasar saat menjelang awal Ramashan 1438 H tahun 2018.

Ditahun tahun sebelumnya rutin kegiatan Sidak ini selalu dilakukan oleh Tim Sidak Gabungan Kabupaten Lahat.

Sedangakan pada saat bulan Ramadhan perminta  akan makanan sangat tinggi dan sangat rentan terjadinya perbuatan curang yang dilakukan oleh okmnum pedagang nakal yang ingin mencari keuntungan dengan memanfaatkan momen tersebut, dan dengan diadakanya Sidak pasar oleh pihak Pemerintah diharapkan dapat menekan angaka kecurangan tersebut serta dapat memberi efek jera pada pedagang yang nakal.

Seperti dijelaskan, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Lahat, H. Hasnul Basri, SH. MH. Diakuinya, tidak melakukan sidak pasar jelang Ramadhan tahun ini, dikarena tidak memiliki anggaran.

“Untuk tahun ini, Tim Sidak Gabungan tidak akan turun kepasar pasar yang ada di Lahat, guna memantau harga bahan pokok masyarakat, disebabkan tidak adanya Anggaran di Pemda Lahat, ” ucapnya, saat bertemu di Ruang tunggu Bupati Lahat beberapa waktu lalu.

Dari penyampaian itu, membuat YLKI Lahat angkat bicara dan mengkritik keras pernyataan Kadin Ketahanan Pangan tidak melakukan sidak dengan alasan tidak ada anggaran. “Rasanya tidak pantas seorang Kadin menegaskan tidak melakukan Sidak ditahun ini, dikarenakan tidak memiliki Anggaran, ” ungkap Sanderson Syafe’i kepada awak media, Kamis (31/5/2018). Dan dari pihak YLKI Lahat Raya, sudah melayangkan surat permohonan untuk dilakukannya sidak menjelang Ramadhan dan Idhul Fitri 1438H kepada Bupati Lahat ditembuskan ke Tim Sidak lainya jauh sebelumnya bulan Ramadhan.

Sanderson melihat tanggapan Hasnul Basri tersebut tidak mencerminkan pejabat publik yang berkompeten di bidang keamanan pangan bukan alasan karena ini adalah kewajiban Tim Sidak Kabupaten yang di SK Bupati dalam mengamankan barang.

Sedangkan menurut Informasi yang di dapat dari salah satu media online Pihak BPOM Palembang memastikan bahwa ditemukanya makanan yang mengandung Bahan berbahaya pada Selasa (29/5/2018) sekitar pukul 14.30 WIB,  39 sample makanan tersebut diantaranya, mie kuning, tahu mentah, tahu goreng, dodol, cingcau, udang, serta sejumlah bahan makanan ringan yang berwarna cerah.

Berbeda dengan Kadis Perdagangan menyatakan baru akan melakukan Sidak pada saat jelang Lebaran nanti. Sementara, Sekda Kabupaten Lahat saat di konfirmasi sedang tidak berada ditempat, di SMS tidak ada balasan, hingga, berita ini diterbitkan. (Din)

Leave a Reply