Tiga Calon Berkomitmen Wujudkan Pilkada Damai Kalbar

   Pontianak, jurnalsumatra.com – Tiga pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Barat menyatakan kesiapan untuk mewujudkan pilkada yang damai dan bersih di provinsi itu.
Hal itu disampaikan tiga pasangan calon itu, yakni Milton Crosby-Boyman Harun yang mendapatkan nomor urut 1, dr. Karolin Margret Natasha-Suryadman Gidot dengan nomor urut 2, dan Sutarmidji-Ria Norsan yang mendapat nomor urut 3 dalam pilgub setempat di Pontianak, Selasa.
Usai pengambilan nomor urut, Milton Crosby mengapresiasi kerja KPU Kalbar yang telah mendampingi dengan baik dari awal tahapan pemilihan.
“Semua nomor itu sama yang penting niat kita bagus bagaimana kalau memang Tuhan berkenan kita akan sukses. Kerja ini kan kerja bersama, sukses KPU sukses kita semua,” katanya.
Untuk mewujudkan pilkada damai dan bersih, dirinya mengimbau kepada seluruh elemen masyarakat untuk tidak menyebarkan berita “hoaks” dan provokatif.
“Itu harus kita hindari. Kita ingin di Kalbar ini bagaimana kita membangun demokrasi yang cerdas, berkualitas, dan milik kita semua,” katanya.
Mengenai partai, ia menuturkan yang akan diperhitungkan masyarakat bukan soal jumlah partai melainkan figur dan program yang akan ditawarkan kepada masyarakat.
Ia menganggap partai adalah alat normatif yang mendukung mereka dari belakang, selain program-program  yang bisa aplikatif untuk membangun Kalbar ke depan.
“Motto kami adalah Kalbar era baru, artinya hal-hal yang lama kita tinggalkan menuju yang baru. Yang baik kita lanjutkan, yang tidak baik kita perbaiki, jadi kita ingin ke depannya Kalbar jauh lebih baik jauh lebih maju damai dan cerdas di Kalbar,” kata Milton.
Pasangan dr. Karolin Margret Natasa dan Suryatman Gidot mengatakan mereka berkotmiten menjalankan berbagai peraturan KPU.
Dirinya juga berjanji tidak akan membawa praktik politik SARA (suku, agama,ras, dan antargolongan) serta ikut menjaga ketertiban dan keamanan selama masa kampanye.

    “Saya yakin semua pasangan calon yang ada akan sepakat untuk menjalankan pilkada damai, karena tidak ada pasangan calon yang menginginkan keributan. Kami yang ditetapkan oleh KPU hari ini adalah orang-orang yang berharap bisa mendapatkan mandat secara konstitusional untuk memimpin Kalbar, sehingga proses konstitusionaal ini harus kita jalankan bersama,” katanya.
Pada kesempatan tersebut, Karolin menyatakan dirinya bersama Gidot siap untuk melanjutkan estafet pembangunan yang telah dilakukan oleh Cornelis yang menjabat Gubernur Kalbar dua periode.
“Apa yang sudah dilakukan ayah saya, harus dilanjutkan, karena masih banyak pembangunan yang masih terus dilanjutkan. Yang jelas, saya yakin dengan niat yang tulus, masyarakat Kalbar akan mendukung kami berdua,” katanya.
Calon gubernur Sutarmidji berharap Pilkada Kalbar bisa menjadi edukasi bagi masyarakat dalam membangun demokrasi di Indonesia, khususnya Kalbar dan Pontianak.
“Kami akan menyampaikan program yang akan kita lakukan apabila terpilih sebagai gubernur dan wagub karena itu yang ditunggu oleh masyarakat bukan yang lain. Percepatan dalam pembangunan itulah program-program yang akan kita sampaikan,” kata Midji.
Midji juga sudah memberi arahan kepada seluruh  tim kampanye dan semua parpol pendukung untuk tidak  menggunakan kampanye hitam.
“Dan jangan balas kampanye hitam dengan hitam, apapun yang dikatakan orang tentang saya dan Norsan senyuman saja jangan dibuat pusing. Kita tak perlu pusing apa yang dibuat orang, kan damai,” tuturnya.(anjas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

eighteen − 7 =