Tiga Kelompok Massa Serbu Pemkab Lahat

LAHAT, Sumsel,  jurnalsumatra.com – Puluhan masyarakat yang datang dari tiga kelompok Senin (13/5/2019) kemarin menyerbu Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Lahat.

Massa tersebut, mendatangi Pemkab Lahat dengan menggunakan roda empat dan roda dua sekitar pukul 09.00 WIB. Awalnya, kelompok Aying CS menyampaikan aspirasi terkait ketidak puasannya soal Lahan Parkir yang diklaim Aying milik buyutnya.

Usai menyampaikan keinginannya, dihadapan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lahat, massa Aying tersebut membubarkan diri secara teratur.

Selanjutnya, kelompok kedua menamakan Kelompok Pita Putih sebagai pemantau, dan Komunitas Peduli Alam Lembah Selero yang dimotori Sundan CS.

Lalu, giliran Kelompok Sundan CS setelah menyampaikan aspirasi mereka berjanji dengan pihak Pemerintah akan membangun tenda seadanya dihalaman Pemkab Lahat, selagi tuntutan mereka tidak dipenuhi.

“Apabila tuntutan kami, tidak dipenuhi maka pembangunan tenda tenda dihalaman Pemkab Lahat tidak akan kami turunkan. Yang jelas, kami berharap agar semua gajah selama ini dapat dikembalikan lagi dipusat pelatihan di Lembah Serelo Desa Padang, Kecamatan Merapi Lahat,” pintak massa Sundan.

Namun disesalkan, saat Aksi berjalan dan massa menyampaikan Aspirasi mereka sempat terjadi dorong dorongan dengan pihak Aparat Kepolisian, sehingga keributan pun tak terbendung lagi.

Pantauan dilapangan, dari aksi tiga kelompok ini sempat menuai keributan dengan pihak Aparat penjagaan. Beruntung kericuhan antara massa dan petugas tidak berlangsung lama dan dapat diredam. Terlihat, hingga pukul 17.00 WIB sebagian massa masih mendirikan tenda dihalaman Pemkab Lahat.

Kapolres Lahat AKBP Ferry Harahap SIK.MSi menyampaikan, akibat dari aksi demo massa yang datang dari tiga kelompok ini, dan sempat terjadi kericuhan. Sehingga, anggota Polres melakukan pengamanan terhadap dua warga dari massa tersebut.

“Benar, awalnya ada dua orang kita amankan. Tujuannya, agar mendinginkan suasana aksi tersebut. Yang jelas, siapa pun yang menyampaikan pendapat dimuka umum silakan saja. Namun, harus tertib, dan ikuti aturan yang berlaku, serta tidak membuat keributan yang berujung perusakan juga anarkis,” himbau Ferry dengan tegas. (Din)