Tiga Terdakwa Terancam Hukuman Seumur Hidup

Palembang, jurnalsumatra.com – Dua dari tiga terdakwa Ibu Rumah Tangga (IRT) warga Palembang yang merupakan sindikat pengedar narkotika antar propinsi dengan barang bukti seberat 1,3 Kilogram akhirnya disidangkan (29/07/2020) serta terancam dengan pidana seumur hidup.

Keduanya itu bernama Hasdalena (45) Warga Lr. Sriraya V no.85 Kelurahan Plaju Ulu Kecamatan Plaju Palembang dan Sri Maryati (25) warga Lr. Limas Jaya 20 ilir D.IV Kecamatan IT I Palembang serta satu terdakwa lagi bernama Feri Suyanto alias Along (40) warga Jalan Sri Pakubuwono Tanjung Pinang Kota Jambi (berkas terpisah).

Ketiganya dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Palembang Devianti Itera SH melalui JPU pengganti Desmilita SH dalam gelar sidang Rabu (29/7/2020) dihadapan majelis hakim PN Palembang diketuai Edi Syahputra Pelawi SH MH, melalui sidang virtual dengan agenda pembacaan dakwaan oleh JPU.

Dalam dakwaan yang dibacakan bahwa kedua terdakwa yakni Hasdalena dan Sri Maryati ditangkap setelah petugas BNNP telah menangkap terlebih dahulu terdakwa Alung pada Maret 2020 Silam diparkiran Indomaret SMB 2 KM 12 Palembang.

“Keduanya diamankan oleh petugas BNNP Sumsel berdasarkan informasi dari satu terdakwa bernama Alung yang telah tertangkap terlebih dahulu, keduanya melakukan transaksi sabu dari saudara Edi (DPO)”. Kata Desmilita bacakan dakwaan.

Berdasarkan info tersebut, lanjut JPU petugaspun mengajak terdakwa Alung bekerjasama siapa yang bakalan menerima barang itu, yang sudah menunggu di suatu penginapan di jalan Naskah wilayah KM 7 Palembang.

“Saat disebuah penginapan Terdakwa Alung menyerahkan paket sabu itu kepada kedua terdakwa, saat itulah petugas BNNP langsung meringkus ketiganya”. Tambah JPU.

Dari ketiganya ditemukan Narkotika jenis Sabu sebanyak 2 (dua) bungkus dengan berat sekitar 1300 Gram yang para terdakwa bawa, selanjutnya para terdakwa berikut Narkotika jenis Sabu dimankan oleh petugas BNNP Sumsel.

Atas perbuatan ketiganya dalam dakwaan JPU sebagaimana diatur dan diancam Pidana secara alternatif dalam Pasal 114 ayat (2) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika Jo pasal 132 ayat (1) atau Pasal 112 ayat (2) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Dengan ancaman pidana penjara maksimal pidana mati.(hen)