Tilang Pelanggaran Meningkat Pesat

Lahat, jurnalsumatra.com – Berdasarkam data dari Satuan Lalulintas (Satlantas) Polres Lahat mencatat, jumlah pelanggar lalulintas pengendara yang terjaring razia yang dilakukan selama sepekan terakhir, secara keseluruhan Titip Pelanggaran (Tilang) meningkat sebanyak 54 persen ditahun 2019 ini.

Peningkatan tilang tersebut, cukup jauh dibandingkan dengan data tahun 2018. Namun, pelanggaran yang terjadi, lebih didominasi oleh pengandara sepeda motor SPM yang tidak memenuhi kelengkapan berkendara di jalan umum.

“Data ini, seperti yang tercatat sepanjang pelaksanaan razia sejak per-tanggal 29 Agustus hingga tanggal 5 September 2019 atau selama 1 miggu terakhir”, kata Kapolres Lahat, AKBP Ferry Harahap, SIK MSi melaui Kasat Lantas, AKP Rio Artha Luwih, SIK SH ketika dibincangi wartawan Kamis (5/9/2019).

Menurut pria yang bertubuh jangkung ini, di tahun 2018 jumlah pelanggar hanya tercatat 296 jumlah pelanggar, maka di tahun 2019 ini pihaknya mencatat sebanyak 416 pelanggar. Dengan rincian, di tahun 2018 jumlah Tilang sebanyak 252 pelanggar dan 44 pelanggar yang mendapat teguran.

“Nah, justru pelanggar yang mendapat sanksi teguran ini yang menurun. Karena di tahun 2019 ini jumlah sanksi teguran hanya sebanyak 28 pengandara”, urainya.

Sedangkan untuk pelanggar lalulintas yang menggunakan kendaraan roda empat dengan melawan arus, pihak Satlantas Polres Lahat mencatat di tahun 2018 sebanyak 14 pelanggaran dan 2 pengendara yang melanggar di tahun 2019.  Kemudian pengandara yang tidak menggunakan Safety Belt (Sabuk Pengaman) di tahun 2018 hanya 18 pelanggar, di tahun 2019 ini meningkat menjadi 43 pelanggaran. Sementara pelaggaran lain di tahun 2018 sebanyak 4 pelanggar, dan 3 pelanggar di tahun 2019. 

“Sehingga total pelanggaran pengendara mobil sebanyak 42 di tahun 2018, meningkat menjadi 48 di tahun 2019 ini,” kata Kasat Lantas Lahat.

Akan tetapi, untuk menekan angka pelanggaran yang ada, sambung Rio, pihaknya akan tetap konsisten untuk melakukan penindakan terhadap pelanggaran. “Jadi untuk menekan angka tersebut, kita akan melakukan peningkatan kegiatan pendidikan berlalu lintas, agar kedepan pelanggaran yang ada dapat berkurang,” pungkas Rio. (Din)